Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Jika Aku Seorang Pendaki Gunung

Jika kamu mempertanyakan kepadaku tentang apa hobiku sekarang? Aku akan menjawab bahwa saat ini aku begitu sangat menyukai sebagai pendaki gunung. Aku suka memandangi alam liar disana. Aku suka menapaki perjalanan yang begitu berat. Karena semua itu adalah sebuah tantangan bagiku. Aku juga suka menghirup udara yang mengalir dihamparan bunga-bunga edelweiss. Bunga abadi itu membangkitkan semangatku. Sebagai bayaran kerja kerasku selama diperjalanan. Aku juga suka bernaung dibawah tenda yang kecil namun kokoh. Yang melindungiku dari kabut yang setiap saat siap datang untuk menghujam tubuhku. Aku begitu sangat menyukai suasana tersebut. 

Jika kamu pertanyakan tempat apa yang ingin aku datangi bersamamu? Aku akan mengajakmu kesana. Mendakilah denganku. Aku akan beri tahu pelajaran berharga kepadamu disini. Tentang alam yang liar namun menenangkan. Tentang dingin yang siap menghujammu. Namun tenanglah, ada aku yang selalu tepat didekatmu. Menjagamu hingga kita kembali untuk pulang. Jika kau merasa lelah, biarkan aku yang memakai tas carriermu yang begitu amat membebanimu. Karena bagiku, kamu yang terpenting dari semua perjalanan kita.

Jika kamu tak ingin mendaki bersamaku? Mungkin aku akan bersedih. Mungkin aku tak pernah bisa membayangi betapa romantisnya kita berdua saat memandangi malam yang penuh bintang tanpa sekat. Aku juga tak bisa mengenalkan kepadamu tentang bunga edelweiss. Bunga yang paling cantik sedunia menurutku. Namun tak mengapa bagiku. Kita bisa mengunjungi tempat yang lain. Kita bisa berdiskusi di derunya ombak. Memandang sunset. Dan bersenda gurau dengan pasir putihnya. Atau kita bisa melihat sejarah-sejarah dimasa lampau dari kokohnya bangunan-bangunan prasejarah yang tertinggal di negeri ini. Kita bisa mengulasnya bersama. Yang terpenting bagiku, aku bisa menjalaninya berdua denganmu. Hanya dengan kamu.

Namun, seandainya aku rindu dengan alam liar diatas sana. Beri aku kesempatan untuk menemui rinduku itu. Untuk sekedar melepas penat. Hanya untuk sekedar menyeduh kopi dan meneguknya di depan tenda yang aku dirikan. Melebur bersama pemandangan yang fantastis. Dan mulai menuliskan sajak-sajak sederhana untuk ku abadikan. Akan aku tulis namamu dalam selembar kertas khusus untukmu. Tak mengapa jika aku meng-alaykan diri. Yang terpenting aku tak akan membuang kertas tersebut disana. Akan aku bawa sampai bawah sebagai tanda bukti bahwa aku juga menjaga kelestarian alam. Setelah itu akan aku tunjukkan padamu. Agar kamu cemburu. Agar kamu merasa iri padaku. Karena tujuanku cuma satu. Mengajakmu kesana. Ikutlah denganku mendaki. Karena aku hanya ingin meneguk secangkir kopi hangat bersamamu. Juga memadukan indahnya alam liar dipuncak itu dengan senyum kamu.

Senin, 19 September 2016

Terima Kasih Untuk Waktumu Kemarin, Misroku.

Aku merasa senang telah mendengarmu lebih berbahagia sekarang. Wajahmu tak lagi berpanut pada lengan. Terpagu karena pahitnya patah hati. Aku senang karena kau telah menemukan seseorang yang tepat dengan mu. Seseorang yang akan selalu mengutamakan kamu sebagai prioritasnya.

Dulu aku pikir kita berjodoh. Karena kita pernah berada dalam satu doa yang sama. Dalam satu harapan yang sama. Bahkan temanku pernah berkomentar tentang wajah kita yang mirip. Karena sebagian orang bilang jika wajah mereka mirip bisa jadi berjodoh. Aku hanya bisa mejawabnya dengan senyum. Karena kini faktanya kau telah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu tanpa aku.

Tak mengapakah jika aku mengungkit masa lalu kita. Karena bagiku cerita kita tak pernah bisa aku lupakan. Meski kita kini telah berada di jalan yang berbeda. Karena bagiku mengenang masalalu kita adalah sebuah proses pendewasaan untuk kita berdua. Sebagai pembelajaran untuk hubungan kita masing-masing. Karena dahulu kau spesial, dan masih menjadi seseorang yang spesial dalam cerita masalalu aku.

Aku mohon jangan pernah ceritakan tentang kita pada seseorang yang kini berada disampingmu. Biarkan ia menikmati masanya kini padamu. Dan aku harap kamupun harus melakukan hal yang sama padanya. Aku yakin bahagia akan selalu menyelimutimu. Bersama doa-doa kecil yang selalu menemani perjalanan kalian. Dan aku, hanya bisa berdoa untuk kebahagian kalian. Jangan hiraukan aku. Biar bagaimanapun aku akan melanjutkan perjalanan hidup ini dengan baik. Meski kali ini tanpamu.

Oh iya, aku ucapkan selamat ya atas pernikahan kalian. Atas janji suci sehidup semati. Seperti yang aku bilang tadi, sekarang nikmati kehidupanmu yang baru. Semoga kau menempuhnya dengan jutaan kebahagiaan yang selalu mengiringi. Aku hanya bisa menulis ini. Sebagai satu doa pengiring langkah baru yang akan kau hadapi. Meski aku tak pernah yakin kau ingin membacanya. Cukuplah kebahagiaanmu kini menjadi rasa syukurku pada Tuhan. Karena aku telah tenang melepasmu dan menyerahkan sepenuhnya kebahagiaanmu pada ia yang kau pilih. Sebab itu berjanjilah padaku untuk kembali tersenyum.

Terima kasih untuk waktumu kemarin. Untuk kisah lama yang masih saja aku kenang. untuk sebuah perjalanan yang tak terlupakan. Wanita yang paling tangguh. Terima kasih untuk semuanya. Misroku.

dari aku, Combro.

Selasa, 27 Oktober 2015

Ketika Wanita Menangis



Entah udah beberapa kali gue harus menghadapi wanita melow didepan gue. maksud gue melow disini adalah menangis. Mungkin bagi sebagian orang ada hal romantis disaat wanita mulai menunjukkan tangisnya di depan pria. Karena tak mudah wanita membagi kisah sedihnya dengan tangis yang berlebihan. Maksud gue begini, wanita memang ditakdirkan lemah dalam soal menahan tangis. Meski mereka lemah, mereka akan tetap tegar menahan tangis didepan para pria. Nah ironisnya kenapa wanita akan menangis terhadap orang-orang tertentu. gue sih emang gak tau pasti tentang hal itu. Namun gue coba menspesifikasikan kenapa wanita bisa menangis hanya kepada orang-orang tertentu.

1. Tidak Lain Lo Adalah Orang yang disayanginya
Dalam hal ini terkadang wanita punya gengsi yang tinggi hingga punya rasa malu untuk merendahkan dirinya terhadap pria lain. Jika seandainya wanita tersebut mau berbagi cerita hingga sampai mengeluarkan air matanya bukan tidak mungkin kalau wanita tersebut mempunyai rasa yang lebih terhadap si pria. Meski bagaimanapun juga wanita tersebut sudah mau merendahkan dirinya dan mengajak lo berdiskusi tentang segala peluh masalahnya terhadap lo.

2. Lo Adalah Orang Yang Bisa Ngasih Solusi
Dalam tangis yang pilu terselip harapan jalan keluar yang baik bagi setiap wanita yang menderung masalah yang membuatnya layu. Harapan tersebut yang sedang dia harapkan kepada lo ketika ia sedang menangis dihadapan lo. Sebenarnya gue punya problem besar dalam masalah ini. Gue bukan orang yang gampang beri solusi disaat yang seperti ini. Terkadang gue cuma bisa bilang sabar dan jangan menangis terus. Kenapa gue begitu, mungkin karena gue ga bisa instan ngasih solusi yang baik dalam waktu yang singkat apalagi dihadapan wanita melow. Yang ada gue malah jadi melow juga :'((. Intinya solusi lo yang paling ditunggu-tunggu olehnya.

3. Lo Orang Yang Bersikap Dewasa
Kenyamanan wanita saat curhat adalah kedewasaan dari seorang pria yang membuat wanita betah. Tentunya pas pada saat wanita tersebut dalam keadaan sedih. Karena wejangan orang yang punya sifat dewasa punya berbagai macam cara buat meredakan tangis dari masalah-masalah si wanita. Maka dari itu kenapa dewasa juga merupakan kenyamanan bagi setiap wanita yang ingin menangis dihadapannya.

Intinya jika wanita menangis adalah suatu ke ibaan buat gue jika melihatnya. Meskipun gue sering berhadapan dengan wanita yang curhat dan tiba-tiba menangis didepan gue. Gue masih linglung menghadapinya. Seperti yang gue bilang tadi, gue cuma bisa bilang sabar dan sudah jangan menangis lagi. That's simple but don't solve the problem. Tapi gue punya solusi juga nih gimana caranya biar lo gak kikuk saat lo harus berhadapan dengan wanita yang sedang menangis.

Yang pertama coba lo pegang tangannya sambil lo katakan padanya, " Kamu pasti kuat " simpel. Karena saat lo mulai memegang tangannya ada semangat yang lo beri padanya. Yang kedua coba lo usap air matanya. Karena mengusap adalah sebagian dari rasa simpatik lo padanya. Rasa peduli yang besar akan semua masalah yang dideritanya. Dan yang ketiga jangan coba-coba lo katakan padanya bahwa masalahnya tidak seburuk itu. karena hal itu bakal menambah goresan kesedihan yang lebih dalam. Misalnya begini, wanita yang menangis itu adalah wanita yang sedang dalam keadaan kondisi yang paling down. Jika lo mengatakan hal tersebut, dia akan menganggap lo telah merendahkan masalahnya. Bayangkan saja dia lagi terpuruk dan lo menenangkannya kalau itu tidak seburuk itu. Sebenarnya ada yang keempat, peluk dia tapi pake syarat yah di izinin apa enggak sama tuh wanita. Syukur-syukur dia yang peluk lo duluan. Hehehe

Intinya jika ada seorang wanita yang sedang mengangis dihadapanmu bersikaplah se-care mungkin dan usahakan temani ia hingga sedihnya mereda. Karena care adalah cara terbaik menenangkan hati yang rapuh. Air matanya menjadi saksi yang dingin bahwa lo pernah menjadi bagian pereda emosi nya disaat terpuruk dalam masalah. Sekian.

Selasa, 22 September 2015

Ngomongin Mimpi Dan Cita-Cita

Ngomongin soal cita-cita itu begitu menyenangkan yah. Betapa tidak menyenangkan kalau yang kita bicarakan adalah cita-cita. Karena cita-cita itu adalah harapan besar dalam hidup kita yang ingin sekali bisa kita wujudkan dalam kehidupannya nyata kita. Karena mimpimu bukanlah mimpi dalam tidurmu. tetapi mimpi yang bisa direalisasikan dalam dunia nyata.

Because the dream is not a dream in your sleep but a dream that can be realized in the real world.

Sebenarnya mimpi gue itu simpel aja sih. Gue hanya ingin bisa melihat indahnya dunia dengan kedua mata gue sendiri. Hal yang simpel namun begitu rumit dan kompleks jika dijalankan. Terkadang gue merasa cemburu dengan orang yang sudah mewujudkan cita-citanya. Apalagi mereka meraihnya di usia yang terbilang muda. Seperti ada kepuasan tersendiri yang dirasa. Meski gue belum bisa mewujudkan cita-cita gue dimasa muda. Gue masih ingin terus mengejarnya. Karena cita-cita adalah salah satu pelecut semangat gue menjalani hidup. Cita-cita juga mewarnai keseharian gue. Coba kalian bayangkan jika seandainya kalian hidup di dunia ini tanpa menciptakan mimpi. Betapa begitu monotonnya perjalanan yang kita hadapi. Maka dari itu, cita-cita bisa kita jadikan acuan untuk menghadapi hitam dan putihnya kehidupan.

Tentang mimpi gue yang mungkin bagi sebagian orang kalau mimpi gue ini terlalu muluk. Gue sadar sebenernya ini terlalu jauh untuk ditempuh. Bagi gue semuanya bukan tidak mungkin melainkan belum diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Memang tak mudah, namun ini tantangan. Jika berhasil pasti aku adalah orang yang paling merasa bahagia dan sukses menjalani hidup. Dan jika gagal, toh gue udah berusaha begitu keras untuk mengejarnya meski gagal gue punya pengalaman yang indah dari semua perjalanan untuk bisa terciptanya mimpi. Seperti kata pepatah dulu, Tak ada yang mustahil meski banyak orang yang berkata mustahil. Selama masih ada jalan disitu gue berlari meraihnya. Yang terpenting semangat, selalu terus berusaha dan jangan lupa berdoa.

"Let your dreams begin" lo tau kenapa gue bilang begitu ? Menurut gue biarkan mimpi itu memulai karena mimpi yang lo cipta jangan hanya bersandar diangan-angan lo saja. Namun coba di rincikan bagian per bagian. Lalu dispakati dan terbangkan sayapnya untuk mencoba memulainya. mimpi yang diawali dengan memulainya akan lebih baik jika hanya dibiarkan bergantung dalam angan-angan. Itu sama saja seperti lo yang begitu menggebu menginginkannya namun lemah ketika melihat terjalnya rintangan yang mesti lo laluin. Jangan khawatir dengan terjalnya jalan yang mesti lo tempuh. Jalan lah perlahan. Meski begitu jauh. Meski harus menghabiskan waktu begitu lama. Setidaknya lo telah berusaha. Jika lo lelah berhentilah, istirahatlah sejenak, Bangun Semangat lo kembali di dalam hati Bahwa mimpi yang sudah berada di genggaman tangan lo bakan manis jika lo bisa melakukannya sendiri. Setelah itu jalan kembali. Tak usah terlalu terburu-buru karena kalau lo lelah, dan timbul rasa putus asa yang dalam, semua itu akan menjadi sia-sia belaka. Jadi jalanlah kembali perlahan. Meski setapak demi setapak, setidaknya lo masih berusaha tanpa terbesit sedikitpun rasa putus asa. Mari Kita jalani bersama demi mimpi dan cita-cita yang telah kita bina.



Selasa, 01 September 2015

Kegiatan Gue Di Pasar Malam Dulu


Dahulu waktu gue masih sekolah di masa SMP-SMA hiburan yang paling gue suka adalah pasar malam. Jelas karena dahulu hiburan seperti mall atau bioskop masih begitu jarang. Dan hiburan seperti wahana-wahana layaknya dufan hanya ada di pasar malam yang harganya begitu terjangkau. Gue jadi pengen cerita hal-hal yang selalu gue lakukan kalau sedang berada dipasar malam. Entah Sampai saat ini masih terlintas jelas betapa bahagianya gue dulu. Dari yang sekedar berbelanja hingga kejahilan yang gue lakukan di pasar malam. Dari pada lama-lama mending gue jabarin satu-satu.

1. Berbelanja. 


Berbelanja adalah hal pertama gue kalau mau ke pasar malam. Apalagi kalau duit lagi tebel dikantong rasanya pengen ada pasar malam dan gue seneng berbelanja. Mungkin karena di pasar malam harga terjangkau dan banyak variasi yang bisa kita belanjakan untuk kebutuhan yang diinginkan.

2. Permainan.


Nah kalau yang ini kadang gue nguji tantangan. Permainan ini banyak digemari oleh orang-orang yang datang di pasar malam. Dari dewasa, remaja hingga anak-anak. Uji ketangkasan ini banyak macamnya. Yang paling sering gue coba yaitu memasukkan lubang kedalam botol minuman softdrink. Dan anehnya gue selalu kalah.

3. Bermain Wahana.


Kalau bicara wahana memang banyak yang tersedia di pasarmalam. Mulai dari komedi puter yang standart hingga ter extrem. Kalau mau yang normal-normal saja coba andda naik kincir yang memang tidak sebesar bianglalanya dufan. Namun cukuplah untuk bisa melihat sekitaran pasar malam dari ujung ke ujung. Namun jika ingin menonton yang paling extrim mari kita nonton tong setan. Lo bakal ditakjubkan dengan orang yang sedang menaiki sepeda motor dengan berputar-putar di dalam tong yang paling besar. Inget, jangan deket-deket, ntar lo kena jitak sama si pengemudi. Emang setan tuh orang. Terjadilah tong setan. lah :D

4. Kerjaan Jahil Gue.Di Pasar Malam ( Bukan Untuk Ditiru )


Nah ini nih kegiatan jahil gue dulu waktu gue sedang berkunjung ke pasar malam. Menguntit atau mengambil kaset di para penjual kaset tape. Gue sama temen-temen gue sering menyebutnya nge-X. Alasan pertama gue ya karena kita hobi musik dan gak punya uang. Selain itu gue juga pengen ngebrantas korupsi eh salah ngebrantas pembajakan liar dengan mengambil barang mereka buat gue setel dirumah musnahkan. Biasanya gue beli 1 CD sedangkan temen gue yang mulai nge-X. Dan kita dapat 5 keping kaset tape dengan harga 5 ribu rupiah kala itu. Hahaha. Tolong jangan ditiru ya, ini cuma kejahilan gue dulu. maafkan saya :( :(

5. Mencari Tukang Dadu Koprok ( Jangan Ditiru Jilid 2 )




Nah yang ini tolong jangan ditiru yah. Perbuatan gue dulu emang super bandel. Tapi percaya deh, gue gak ngelakuin hal ini lagi. Dulu Setiap kali gue kepasar malem, Gue selalu kepojokan berharap ada tukang koprok. Tapi benar apa kata bang Haji Rhoma Irama kalau judi itu hanya menjanjikan kemenangan namun nyatanya justru sebaliknya. Gue berharap lo dan gue gak akan terjerumus lagi dalam hal beginian lagi. Amin.

6. Kenalan Sama Cewek.



Nah kalau yang ini sepertinya wajib buat temen-temen gue. Rasanya kalau kepasar malam mesti kudu wajib mencari wanita cantik trus mengajaknya untuk kenalan. Mungkin karena masa muda adalah masa puber. Biasanya kami mecari cewek yang tak sendiri juga. Agar tidak lebih grogi pada saat pertama menyapa. Pertama-tama kami menguntit mereka dari belakang hingga mengikutinya sampai rumahnya. Ketika dalam keadaan sepi baru deh aksi kita dimulai. Menyapa dan menyodorkan tangan untuk menjabat untuk yang pertama kalinya.

Meski dahulu jarak dari rumah ke pasar malam berpuluh-puluh kilo. kami siap untuk menyambangi pasar malam karena dahulu hiburan kami hanyalah dia. Sekarang pasar malam hanya sebuah pasar tradisional yang tak banyak dikunjungi. Keadaannya semakin sepi. Meski mereka sudah tidak difaforitkan. Sesekali kami mengunjunginya. Dan kini mungkin kami merindukannya.

Senin, 31 Agustus 2015

Mendera Rindu

Masih pada tahap yang sama. Dalam keadaan yang sama. Aku masih saja menemuimu dalam rindu. Mungkin bagiku merindukan kamu adalah suatu kenikmatan tersendiri. Memang semua seperti menunggu hal yang tak pernah pasti. Namun ketika aku mulai merasakan rindu. Aku sedang menghadirkan kamu dalam dekapanku. Menikmati kamu dari sisi gelapku. Bisa saja orang mengatakan aku terlalu bodoh. Di kehidupan yang serba canggih seperti sekarang ini aku masih saja dibutakan dengan rindu. Masih saja memendam rasa yang seharusnya diungkapkan. Bukan malah disimpannya rapat-rapat. Namun bagiku tak ada yang tahu pasti perihal soal hati.

Biar aku perjelas kenapa aku masih saja menyimpan perasaan yang dalam. Didalam sebuah kerinduan yang teramat sangat dalam tersimpan sebuah rasa yang begitu manis. Kau pernah tau betapa nikmatnya mencintai. Kau juga pasti mengerti jika dalam hati siapa yang tau. Dan kau berharap orang yang kau cintai membalas dengan satu perasaan yang sama seperti apa yang kau rasa sekarang. Ya, aku pun juga mengharapkan hal yang sama. Namun, mengertilah cinta tak pernah selalu memiliki. Meski kini kita telah sama-sama jatuh cinta. Biarlah hati yang merindu yang akan menyatukan kita dalam doa. Membawa kita pada pengharapan yang lebih. Tentang hak milik terhadap cinta yang sesungguhnya. Dan kelak aku akan memilikimu seutuhnya.

Kita tak akan pernah saling memaksa. Kita juga tak akan memaksa untuk bisa saling memiliki selama kesempatan masih belum mempertemukan kita. Namun Rindu bisa menyatukan hubungan kita dalam doa. Karena hal terbaik bagiku saat ini adalah mengumpulkan seribu doa dari sakitnya saling merindukan. Rindu yang acap kali hadir menusuk hati. Rindu berharap untuk bisa menemui dan memandangnya penuh harap.

Terkadang aku jenuh dengan semua ini. Aku juga lelah dengan sebuah cinta tanpa sapa. Namun aku sering mengulang-ulang tentang keyakinanku. Karena aku yakin kita akan dipertemukan dalam momen yang paling indah. Ditempat yang paling indah. Seperti malam yang selalu dihiasi bintang-bintang. Disaat hal itu hadir, aku akan katakan satu hal padanya. Bahwa aku telah lama menantinya. Bahwa aku telah lama merindukannya. Dan aku juga yang akan menjaganya hingga nanti. Hingga kita telah lupa bahwasannya kita pernah saling mendera rindu sekian lama.

Kamis, 27 Agustus 2015

Mencari Kata Yang Hilang

Otak ini memudar. Mulai menghilang sedikit demi sedikit ide-ide yang cemerlang. Menghilang semua kecerdasan, tentang angka-angka algoritma yang dahulu cukup aku kuasai, juga tentang tulisan-tulisan yang biasanya mengalir mudah aku tuangkan. Kini semua menghilang. Kini semua memudar. Setiap kata yang aku tata sesegera mungkin aku hapus. Mungkin terlalu buruk untuk dibaca. Pikiran yang blank sering muncul. Bersama sulitnya aku berfikir. Menata kata buatku kini adalah momok yang begitu menyulitkan.

Penyakit lupa yang aku derita kambuh lagi. Malah mungkin kali ini sudah stadium akhir yang akut. Daya hafal yang semakin minim, sangat lemah yang membuat aku semakin sulit berfikir menentukan kata demi kata yang mesti harus aku susun. Hingga dengan penyelesaian yang tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sekiranya permasalahan yang aku alami kini merubah total tulisan dari apa yang aku buat. Membuat blog ini terhenti sejenak. Seakan mati suri.

Dahulu inspirasi datang begitu saja. Entah dari curhatan teman, tulisan para penulis hebat, film-film yang aku tonton, bahkan dari seseorang yang aku kagumi tanpa sebab. Dahulu semua mengalir deras. Seakan memaksa aku membuat list jadwal untuk aku bisa menuliskannya satu persatu. Hingga kini semua lenyap pergi dan hanya menyisakan ampas.

Meski semua terasa berat. Meski aku harus memulainya dari awal lagi. Aku akan mencobanya kembali tanpa henti. Dengan terus dan terus berlatih. Menggali potensi yang dulu aku geluti. Yang dulu pernah menjadi mimpi yang harus terwujud. Aku harus mencobanya lagi, lagi, dan lagi. Menyerah bukanlah pilihan orang-orang hebat. Karena orang hebat meski sudah jatuh berkali-kali mereka akan bangkit lagi. Masih dalam jalan yang sama. Dengan inspirasi yang berbeda. Semoga semua kembali normal. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum semuanya musnah. Karena mencari kata yang hilang lebih mudah ketimbang menghilangnya semua inspirasi dari lemahnya daya pikir. Disaat kita mulai menua nanti.

Minggu, 19 Juli 2015

Sendiri Dalam Perenungan

Terkadang aku harus menikmati sendiri kehidupan yang ku jalani. Tanpa perihal cinta. Tanpa keengganan untuk saling memiliki. Jubah berat yang aku kenakan tersebut teramat berat tersemat dipunggungku. Karena itu aku meninggalkannya sesaat. Mencoba menghirup udara sendiri tanpa harus dituntun oleh pendamping yang acap kali hadir. Mungkin karena terlalu lelahnya hati menghadirkan seseorang yang mengemban misi khusus untuk saling mencintai satu sama lain.

Semua pasti ada prosesnya. Dimana titik jemu seseorang mengalami masa-masa begitu malasnya membahas cinta. Mengartikan ungkapan-ungkapan kata yang sering kali menghadirkan luka. Karena sendiri adalah waktu jeda yang tepat untuk mengingat kembali masa lalu yang salah dan mencoba untuk memperbaikinya kembali. Kita pernah melukai dalam sadar maupun tidak. Dari hati yang terluka adalah sebuah kegagalan. Ketika hubungan tak lagi bisa berjalan dengan mulus.

Bila saja kesendirian ini bisa mengubah pola pikirku menjadi lebij bijak. Membuat aku menjadi seorang yang lebih humanis. Aku ikhlas, dan aku akan merenungkannya matang-matang. Mencoba menutup keburukan-keburukan dimasa lampau dan mengubahnya menjadi seorang yang lebih arif lagi. Perenungan kehidupan memang perlu. Sebagai wujud rasa prihatin terhadap diri. Bisa merubah sikap yang salah. Bahkan bila perlu kau menangislah. Karena setiap manusia butuh air mata untuk mengusap luka. Mengobati rindu dan dilema. Karena air mata adalah perwujudan rasa bersalah yang dalam. Seburuk apapun kamu.

Aku mencoba merubah stigma pikirku dalam kesendirian. Merenungkan segala hal. Termasuk dalam aspek cinta. Sebelum aku membuka hati untuk orang yang baru. Cinta itu memang terlalu rumit. Namun sejujurnya, aku tak pernah bisa seutuhnya tanpa ia. Karena hati yang kosong sesaat dan merenungkannya. Akan menghadirkan cinta baru dengan konsep yang baru. Membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam memilih.

Kamis, 16 Juli 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H

Banyak hal yang kita sayangkan dari kepergian bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Kita patut bersedih karena ia telah hampir berlalu. Karena ia telah sedikit demi sedikit memperbaiki sifat, akhlak, prilaku, dan bahkan banyak amalan yang bisa kita gali dengan pahala yang berlipat-lipat ganda tentunya.

Ramadhan juga telah mengajarkan kita arti dari kebersamaan, indahnya saling berbagi, serta ikut merasakan apa yang sering dirasakan oleh orang-orang fakir dan miskin. Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang telah kita miliki saat ini. Masih banya orang diluar sana yang mungkin kehidupannya sangatlah sulit dari kehidupan kita. Banyak pula orang yang memandang kita iri karena apa yang kita punya. Harusnya hal itu yang menjadi patokan tolak ukur kita untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan pada kita.

Ramadhan ini begitu hikmat. Ada hal manis di setiap cerita ramadhan yang aku jalani. Setidaknya aku bersyukur Allah telah memberikan aku kesempatan untuk bisa menjalaninya dengan full. Dan doa yang selalu aku munajatkan adalah semoga kita semua bisa dihadirkan kembali di bulan yang penuh rahmat ini lagi, di bulan ramadhan-ramadhan selanjutnya. Terima kasih Ya Rabb, Ya Allah, Tuhan semesta alam.

Aku hanya bisa mengucapkan beribu maaf di hari kemenangan seluruh umat muslim ini. Semoga amal dan perbuatan baik kita diterima oleh Allah swt.

HAPPY EID MUBARROK 1436H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H

Taqoballahu Minna Waminkum. Taqobal ya kareem.

Minal 'aidin wal faizin.
Mohon maaf lahir dan bathin.

Senin, 06 Juli 2015

Terima Kasih, Kita Telah Saling Melupakan

Kita berusaha saling melupakan. Sejak kau mulai mengahui tentang aku, kini kau mulai menyesuaikan diri untuk menjauh dariku. Perlahan kau bohongi perasaan yang kau tamam hanya demi menyembuhkan luka. Mungkin kita memang sudah terlanjur terluka. Kita telah sama-sama dihadiri patah hati. Yang aku tahu kamu menyembuhkan hatimu dengan cerdik. Sedangkan aku ? Masih termenung mencoba mengubah pikiran yang sedari kemarin menyelimuti bayangmu.

Kita berusaha menjauh. Walau hati kita telah saling dekat. Sedekat hangatnya pelukan. Meski tak pernah sebanding dengan jarak yang memisahkan kita. terbelah dua provinsi yang berbeda membuat aku selalu merindukan kamu. Merindukan chat-chat kita yang tak pernah jelas. Aku masih ingin menyapamu. Sekedar untuk menanyakan kabar. Namun aku selalu kembali ingat. Kita tak mungkin bersama dan kita sama-sama telah berusaha saling menjauh.

Kemungkinan saja aku masih menghadirkan kamu. Melalui lagu yang mengalun, lagu yang kau beri sewaktu kita masih bersama. Lagu yang kau sisipkan disaat aku mulai mengenal kamu. Dengan lagu itu, aku paham bahwa aku telah mencinta. Karena menurutku menghadirkan cinta di hati ini cukuplah sulit. Sebab aku masih sering terpaku oleh masa lalu. Terganjal rindu-rindu seseorang yang lama. Dengan mudah kau curi semua itu. Kau curi perhatianku padanya hanya untukmu.

Meski kali ini kita hadir kembali bersama luka. Meski ditanganku telah terbecik darah yang kau hujam. mungkin juga sebaliknya. Walau hanya sesaat, Kamu menghadirkan rasa baru yang selalu aku hargai. Kau menghidupkan hati yang telah lama mati. Kau juga yang menenangkan disaat aku butuh sosok yang menghangatkan. Memang, aku hanya menganggapmu sebagai stranger yang mengubah sedikit hari-hariku. Dan kau pun menganggapku hanya sebagai pelarian yang sempurna. Namun, keadaan kita kemarin sama-sama membutuhkan. Setidaknya untuk memperbaiki keadaan yang rumit. Aku paham semestinya harus ada ucapan kata Terima Kasih yang mesti terlontar. Dan aku bersyukur bisa menemukan kamu walau hanya seumur jagung. Karena kamulah, Aku bisa merasakan kembali kehangatan yang kamu berikan. Terima kasih.

Rabu, 01 Juli 2015

Belajar Dewasa 2

Aku masih ingin mengenangmu. Seperti dulu kita masih saling bertegur sapa. Menanti kabar. Mencari tahu seluk beluk tentang kamu. Rasanya, aku tak akan lupa hari itu. Hari dimana aku dihantui dengan cinta yang menggebu. Dihantui dengan rasa mabuk yang paling kepayang. Jangankan untuk meninggalkannya, untuk sedikit terlupa saja mungkin terlalu sulit.

Mengenang kamu adalah bagian dari sumber inspirasi yang aku jaga. Kamu lah subjek yang paling realita. Yang selalu akan aku kagumi. Apa kau masih mengingat satu catatan yang sama. Tentang belajar dewasa yang kau buat dengan seksama. Ketika itu aku mengagumi tulisan yang kau karang itu. Aku sempat berkomentar dan kau menanggapinya dengan ramah. Keramahan yang kau cipta itu justru membuat aku ingin menuliskan satu hal padamu. Kelak aku akan memberikan judul yang sama dengan apa yang kau cipta. Ini hanya sebagai parsial. Walau aku tak sepenuhnya tahu apa kau menyukainya atau tidak.

Aku tahu kini kau berada dijalur menuju cita-cita yang kau pilih. Pasti kau begitu bersemangat menjalaninya. Sampai-sampai kau terlihat begitu sibuk dengan urusanmu itu. Walau kabar yang aku dengar hanyalah sebuah kabar burung. Namun aku tetap kagum denganmu. Meski cukup berat. Kau pasti dapatkan apa yang kau impikan selama ini. Sebagai seorang sahabat yang diam-diam mengagumimu. Aku hanya bisa mendukung dari belakang. Tentunya sambil menikmati kamu dari titik persembunyin yang aku tempati sekarang.

Walaupun sibuk yang terus melanda kamu. Aku masih selalu merasa takjub. Kamu masih tetap istiqomah. Masih menjadi wanita yang baik dengan menjaga seluruh tubuhmu. Walau kini kita tak lagi berada dalam satu majlis. Semoga kau dapatkan seseorang yang terbaik yang akan mendampingimu hingga kemasa rambut kita telah memutih. Itu saja doa kecilku.


Dan ini balasan yang mungkin pernah kau lantunkan dalam tulisan belajar dewasa yang kau buat... 


Mungkin malam itu jahanam...
Mungkin pagi itu terasa begitu bersahaja...
Memikirkan itu memang tak penting. Seperti mendera penyakit yang tak mungkin terobati...
Merasakan malam tanpa merasakan jahanamnya, takkan sempurna...
Merasakan angin yang terkuak dari balik jendela, Hilir mudik tak jua tahu kiblatnya...
Berbekal sebuah kutipan dari seorang sahabat yang terkasihi, Syindrom yang harus diyakini...

...
Senyum...
Semua ada masanya...

Jumat, 15 Mei 2015

Kembali lagi


Sudah hampir sebulan gue menelantarkan blog gue ini. Kasian, layaknya rumah yang sudah lama ditinggal, pastinya banyak sawang-sawang dan berbagai kotoran berserekan yang mesti harus gue bersihkan sekarang. Dan yang pasti gue harus mengulangnya dari awal untuk mendapatkan performa tercantiknya ni blog. Ibarat kasarnya wajib kudu di cat ulang tembok-tembok yang kusam. Butuh biaya yang berlebih agar bisa terlihat lebih otentik kembali. Halah, lebay.

Sebenarnya gue gak sibuk-sibuk banget. Kalau ditanya alasan kenapa minggu-minggu kemarin gue gak update blog, mungkin alasannya membingungkan. Karena sebulan yang lalu gue putus kerja. Istilahnya habis masa kontrak kerja gue dan gue nganggur. Dikarenakan gue nganggur, gue jadi sedikit frustasi. Dari frustasi tersebut gue jadi males ngeblog. ujung-ujungnya gue jadi bego. Otak gue menggumpal kebanyakan sarang laba-laba. Hal itu disebabkan karena gue gak lagi memakai isi otak buat diajak berfikir. Malah anehnya dengkul gue bekerja lebih keras untuk berfikir. Dan kini gue memiliki otak didalam dengkul. yeee... :D

Tolong paragraf diatas jangan diambil pusing ya. Ceritanya ngelantur, gak jelas aralnya. Yang jelas gue cuma pengen bisa comeback dalam dunia pertulisan kembali. Gue kembali dalam dunia perblog-an ini sih hanya mengharapkan satu hal saja yaitu bisa mengembalikan otak gue pada asalnya. Bukan berarti mengembalikan otak gue yang didengkul untuk ditaruh kekepala ya. Namun, dalam artian mengembalikan otak gue yang kemaren sedikit ngehank karena sudah lama tak diisi oleh materi-materi yang meluaskan wawasan kita kepada dunia melalui menulis dan membaca. Bisa saling berbagi, menyapa kawan, tersenyum bersama (gila), dan bisa belajar mengenal satu sama lain.

Intinya, sebulan kemaren mungkin gue sedikit depresi sehingga menyebabkan otak gue ngebul. Dan mumpung sekarang otak gue udah gue service, gue bisa kembali ngacir lewat gas-gas yang gue tarik dari laju sepeda motor gue. lah.. Bodo amat dah yang penting semua bisa kembali normal dengan hidup yang indah dikelilingi sejuta wawasan dari para blogger sekalian. Wassalam.

Senin, 06 April 2015

Optimis, Aku Pasti Bisa Menulis Lebih Baik Lagi

Terkadang ketika aku membaca tulisan-tulisan mereka. Aku merasa seperti masuk kedalam apa yang mereka ceritakan dalam tulisan tersebut. Irama dan drama yang tertuang membuatku melayang bersama petualangan yang mereka buat. Entah itu adalah sebuah pengalaman pribadinya atau hanya sebuah karangan fiksi belaka. Namun terlepas dari itu, mereka menulis dengan hati. Setiap kata-kata yang tercipta menjadi satu unsur yang bisa melemahkan hati untuk ikut serta merasakan tulisan yang dibuatnya.

Memang menulis dengan menggunakan hati yang dalam dapat mengubah pengalaman yang biasa bisa terbaca menjadi luar biasa. Aku juga takjub dengan susunan kata demi kata yang mereka tata dengan rapi. Dan tentunya literatur yang baik dengan menggunakan analogi dan metafora menambah kecantikan dalam menulis. Alur cerita yang mereka buat juga selalu membuatku terkagum dengan ending yang tak pernah diduga. Semua memang tercipta dari tulusnya sebuah hati membagi cerita.
Ada juga hal yang membuatku terkagum heran. Mereka juga bisa menarik emosi hati untuk bisa merasakan apa yang benar-benar dirasakan dalam satu adegan yang diceritakan. Entah kenapa aku menangis ketika sang aktor sedang menderu rasa duka. Aku juga bisa tertawa ketika ada gelak cerita yang menggelikan. Bahkan aku bisa terbahak-bahak layaknya seperti menonton komedi atau dagelan. Disitu memang aku sering bertanya tanya. Sehebat itu mereka bisa memainkan emosi yang aku rasa hanya dari sebuah tulisan. Ya, sebuah tulisan yang juga bisa membuat mood dan pikiran menjadi orang lain bahkan kita bisa merasakan seakan-akan kita adalah tokoh utama dari tulisan-tulisan mereka. Hebat.
Dari situ terkadang aku memang selalu minder jika melihat tulisan yang sudah mereka rangkai rapi hingga secantik itu. Aku masih belum pernah bisa mencari alur yang baik untuk memasuki perasaan-perasaan si pembaca. Sehingga tulisan yang aku bangun tak semenarik dari apa yang mereka buat. Apalagi tentang masalah ending yang menjadi bom waktu dalam skenario tulisan yang bagus. Masih jauh dari tulisan yang aku anggap buruk ini. Tentang harapan tulisan yang lebih baik. Tentu menjadi idaman bagi setiap orang yang sedang menulis. Aku juga berharap bisa menjadi seorang penulis yang baik. Karena cita-cita kecil ini membuat aku ikut andil untuk terus belajar dan berkembang supaya lebih baik lagi.

Memang banyak cara untuk bisa menulis dengan literatur yang baik. Tentunya dengan terus menerus mengembangkan diri dengan terus berlatih, membaca karya-karya mereka yang memotivasi, dan dengan pengalaman langsung dari si penulis membuat kita bisa mengembangkan potensi agar lebih baik lagi. Asal jangan melakukan dua hal buruk yang sangat tidak dianjurkan ini : menyadur dan plagiat. Inget kedua hal tersebut membuat tulisan kalian tidak menjadi orisinil dan menjadi salah satu penulis yang kurang berproduktif dalam menulis.

Semoga tulisan yang kita buat kelak bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Itu pengharapan yang selalu aku harapkan penuh dari tulisan yang aku buat selama ini. Aku masih harus banyak belajar. Walau impian yang aku ingin hanya satu. Bisa menulis biografi tentang diriku sendiri. Karena kata orang, tubuh kita ini bakalan mati dan terlupakan, namun nama yang diabadikan dalam tulisan akan selalu dikenang hingga nanti.

Jumat, 27 Maret 2015

Dari Kiki Untuk Kiki

Kiki memainkan jemarinya. Dengan lincah ia menghajar keyboard di laptop nya. Begitu fokus, ia tak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun. Otaknya dikuras habis demi mendapatkan hasil yang memuaskan. Berharap tulisan yang dibuatnya bisa diterima sang kekasih.

Kiki, pria remaja jangkung bertubuh kurus itu sedang menggarap sebuah prosa sebaik mungkin. Dikemas dengan hiasan bingkai-bingkai kata. Disinergikan dengan perasaan yang menggebu. Kiki sedang jatuh cinta. Dan ia berusaha menuangkan seseorang disana ke dalam tulisan yang sedang digarapnya. Secantik mungkin, sehingga wanita yang ia dambakan merasa tersanjung oleh prosanya.

Kiki mencintainya. Wanita berambut panjang dan berwajah putih tersebut mempunyai nama yang sama dengannya, kiki. Sudah 8 bulan mereka mengucap janji untuk satu misi. Selama itu pula mereka menyatukan hati. Walau begitu, tak sekalipun mereka pernah bertemu. Hanya melalui chat bbm cinta itu menyatu. Namun, tak sedikitpun mereka merasa jenuh. Jenuh dengan rindu yang kelu.

Delapan bulan mengucap janji dalam jarak yang memisahkan, membuat cinta mereka semakin membeku di hati. Seakan menguat disetiap hari yang dilewatinya. Walau terkadang jenuh memang selalu mejadi momok yang menakutkan. Namun, dengan segera kiki menjauhi pikiran bodoh itu.

Kali ini, kiki bersusah payah membuat prosa untuknya. Berharap anniversary ke delapan bulannya bisa mengesankan wanita yang jauh diujung samudra sana. Dengan selembar rindu Kiki menyelesaikan prosanya.

" Hey, seseorang yang menunggu kepastian. kamu yang berada jauh di ujung samudra. Kamu juga memahami apa yang aku peluhkan. Kau tau arti kerinduan yang sama-sama kita derita. Entah apa arti dari cinta yang kita agungkan ini. Sementara tak sekalipun kita berjumpa.

Hey, wanitaku yang memiliki rindu yang sama. Ajari aku bertahan dari sulitnya bertahan. Kau lebih tegar dari karang. Sedangkan aku hanya seonggok daging segar yang siap disantap binatang buas. Koyak tak tersisa. Jika aku sudah bosan dengan penantian ini, tolonh sadarkan aku. Agar aku tahu, manisnya menunggu hingga hari yang dinanti hadir.

Hey, kau yang tak pernah habisnya menanti. Jaga cintaku laksana kumbang dengan madunya. Untuk menikmati manisku, kau rela mempertahankan aku dari serangan beruang besar yang kapan saja bisa menghabisi aku.

Aku merindukan kamu wanitaku. Selat perairan yang memisahkan kita, tak pernah sanggup memisahkan hatiku dengan nama mu. Nama kita yang terukir sama. Jika hari itu hadir, aku akan membawamu menyelami hati yang ku jaga dengan tenang.
Prosa kecil dari lelaki bernama kiki untuk seorang wanita bernama kiki. "

Dari Kiki Untuk Kiki.

Minggu, 22 Maret 2015

" Sendiri "

Malem minggu. Momok yang begitu menakutkan. Terlalu vulgar jika gue cerita tentang kesendirian gue sekarang ini. Ups..!! Sendiri.

Satu kata "sendiri" sekarang sudah menjadi sebuah sifat sindiran jangka panjang. Bahkan bisa dibilang penyakit akut berstadium 3 dari 4 berasaudara (sendiri, jomblo, single, kagak laku). Bahkan sebuah kata "sendiri" itu bisa lebih menakutkan dari para hantu yang bergentayangan. Hemm, bisa begitu ya, gue kadang gagal paham dengan  hal tersebut. Yang jelas dalam ranah tata pergaulan anak muda jaman sekarang ungkapan kata "sendiri" itu diidentikkan dengan hal yang harus benar-benar dijauhi. Kalau perlu itu menjadi hukum wajib. Bayangkan saja, "sendiri" yang berarti single saja sudah mengenaskan, apalagi ditambah dengan bully mereka. Cukup kejam bukan.

Gue jadi pengen ngebahas gimana orang yang mempunyai predikat sendiri ini mengarungi malam minggunya. Mungkin suram ya.

Mungkin bagi segelintir orang yang mempunyai predikat tersebut bakal jauh-jauh dari kata malam minggu. Bahkan mereka berharap malam minggu itu tak pernah ada. Jika kedapatan hujan di malam minggu. Itu adalah doa mereka yang terkabul. Karena orang yang teraniaya bakal langsung di ijabah oleh Tuhan.

Oleh karena itu, jikalau kalian tak ingin malam minggunya terganggu dengan hujan yang lebat dan berkepanjangan. Gue saranin jangan pernah nge bully orang yang berlabel "sendiri" tersebut. Gue tau kalian masih ingin menjalani kebahagiaan kalian di malam minggu. Itu sih hanya saran gue agar mereka tak mendoakan macam-macam di malam minggu. Tapi kalau kalian masih saja nge bully orang yang berlabel "sendiri". Gue gak bisa berkata apa-apa lagi kecuali satu kalimat.

" ya Tuhan, semoga malam minggu ini hujan lebat dan di sertai petir yang kencang "

Karena status gue juga sama dengan mereka "sendiri". Cukup mengenaskan bukan. -_-

Sabtu, 14 Maret 2015

Tips menaklukan wanita

Oke kali ini gue mau ngebahas tentang apa sih yang paling wanita inginkan terhadap pria yang baru dikenal. Gak menutup kemungkinan buat pasangan yang sudah terjalin. Karena pada intinya wanita hanya ingin pria yang berada disampingnya melakukan hal ini. Tapi sebelum gue bahas, gue mau cerita sedikit tentang pengalaman pribadi gue.

Jadi gini, suatu hari gue minta dicariin cewek sama temen gue. Anggap aja namanya joko. Sekilas joko bisa dikatakan playboy kampung cap dua jempol. Namun, dia juga punya prinsip setia setengah hidup. Yang jelas joko ini bisa menempatkan wanitanya dengan baik. Mungkin karena itu banyak wanita yang klepek-klepek kayak ayam abis dipotong jika sudah berada dekat dengannya. Hal itu yang membuat gue termotifasi untuk berguru pada joko. Singkat cerita gue dikasih referensi satu cewek dari joko. Lewat sebuah chat yang bernama bbm. Gue mulai perkenalan dengan cewe tersebut.

" Maaf ini siapa ya " tanya cewek tersebut. Sebut saja april. Gue lihat dari display namenya. Wajahnya imut, oriental, cantik, dan sedikit berbulu. Bulu domba.

" Gue emenk pril, temennya joko " jawab gue. Setelah itu, terjadilah perkenalan basa basi apalah yang gue tau itu hanya ritual perkenalan lewat chat. Memang banyak modus-modus yang dilancarkan setiap laki-laki hanya untuk bisa melumpuhkan cewek. Mungkin kali ini gue melakukan ritual tersebut. Sedikit maksa walau kepala gue udah mulai geger otak.

Lagi asiknya gue berbalas chat dengan april, ada satu hal yang membuat april tak lagi respect dengan chat gue. Padahal gue cuma bilang seperti ini.

" April, minggu kemana ? Jalan yuk " Dan april hanya read chat gue tanpa ngebales. Gue menunggu tanpa kepastian. Rasanya gue seperti menunggu antrian wc umum yang panjang ketika gue kebelet boker. Sakit. Gue mules-mules.

" April kok gak dijawab sih !! " lagi-lagi hanya diread. Gue nunggu sambil kentut-kentut.

" April, gue salah ya ? Sorry ya ? " diread lagi. Kali ini celana gue basah. Gue mencret.
Gue gak mengerti kenapa wanita tiba-tiba berubah mood. Padahal sebelumnya dengan asiknya april bales chat gue. Dan tiba-tiba saja mendadak dangdutan. Bukan, maksudnya mendadak hilang mood. Gue penasaran. Solusi terakhir gue, bertanya pada pakarnya cinta. Joko.

" Jok, april kok gak ngebales chat gue lagi !! " tanya gue heran. Sambil megang celana gue yang basah.

" Oh iya tadi dia bbm gue, lo itu terlalu agresif, dia jadi gak mood menk " jawab joko. Penuh didikan.

" Perasaan gue biasa aja jok !! "

" Menk, wanita itu lembut, lo cuma perlu ambil hatinya. Itu aja "

" Trus salah gue apa jok ? "

" Lo masih belum ngerti menk. Begini, ambil hatinya aja menk. Gimana caranya ? Mudah kok, buat dia ngerasa nyaman sama lo. Wanita mana sih yang suka kalau ada cowok yang terlalu agresif ngedeketin mereka. Yang ada pikiran mereka malah jadi negatif. Beda halnya kalo lo melakukannya step by step tanpa harus terburu buru. Bikin dia terasa nyaman sama chat lo. Gue yakin 1000 persen. Lo mau ajak jalan kemanapun, dia kagak bakalan nolak. Karena rasa nyaman yang udah dia dapetinn dari lo. " Mata gue menganga. mulut gue melotot. Mencret gue luber.

Disini gue dapat pelajaran besar banget. Dari joko playboy yang setia. Ini pertanyaan gue kenapa gak ada cewek yang merasa nyaman dideket gue. Ya karena gue tipe orang yang terlalu agresif. Masalah ketampanan memang jadi nomer sekian. Yang utama adalah rasa nyaman yang bisa diberi seorang laki-laki terhadap wanitanya. Tak perduli jika cowok tersebut sejelek gorila negro bergigi ompong. Namun, jika wanita sudah tersentuh hatinya dengan rasa nyaman. Wajah gorila negro bergigi ompong bisa berubah menjadi leonardo dicaprio. Pake topeng kelessss.

Gue emang telah mendapat pukulan telak dari joko. Namun, setidaknya gue bersyukur jika joko tak memberikan wejangan seperti ini, mungkin gue bakal terus menjadi cowok agresif terhadap wanita. Dan sekarang gue bisa tidur nyenyak dari saran-sarannya joko. Walaupun gue kagak cebok dari mencret gue tadi.

Kamis, 12 Maret 2015

Outline oh outline

Outline oh outline. apakah skema menulis itu mesti menggunakan outline ? Apa outline itu seperti jantung yang berdetak pada diri manusia ? Gue gagal paham. Mungkin ceritanya seperti begini. Lo merencanakan perjalanan ke luar kota tanpa persiapan seperti tiket kendaraan, perlengkapan, bahkan uang yang seadaanya. Berarti outline bisa disimpulkan seperti ini ; mengatur penulisan agar sesuai alur dan tak jauh dari topik yang bakal diceritakan. Gue muntah belajar beginian.

Memang setiap hal yang pengen gue tulis dan pas tulisan itu telah selesai gue buat ternyata jauh dari pemikiran gue yang pertama. Intinya kagak ngena pada topik yang gue inginkan diawal. Padahal gue udah serius buat nulis sesuatu eh malah jadi nulis maju mundur cantik. Memang gak gampang memfokuskan dalam satu topik atau tema awal. Namun, dengan adanya outline setidaknya jika gue menulis seusuatu bakal berjalan pada porosnya. Contohnya begini, Gue nulis sesuatu, gue pake outline, dan gue gak bakal melenceng, gue bakal nulis sesuatu yang ada dihatimu sesuatu juga ada dalam jiwamu. Jadi gak bakal lo nulis sesuatu maju mundur cantik. Halah gak mudeng yak, Sekarang yang baca muntah berjamaah.

Ya intinya lo cari aja deh di googling dulu tentang outline. nanti lo bakal nemuin jawaban dari tulisan gue kali ini. gue gak bisa ngebahas itu karena gue aja lagi belajar (sambil muntah pula). nanti kalo lo udah dapet jawabannya kasih tau gue ya. terus ajarin gue biar gue gak muntah-muntah lagi. Udeh jangan dibaca lagi artikel busuk ini. Karena lo gak bakal dapet solusi tentang outline. Jadi gue kasih referensi di googling aje sob. Sudah dulu ya, gue mau muntah lagi nih, sepertinya pusing pala babi.... -_-


Senin, 09 Maret 2015

Paris Kota Sejuta Cinta

  
Sumber foto : muslimahpw.blogspot.com 
 

Jika aku ditanya tentang tempat apa yang ingin sekali aku kunjungi pastilah tak banyak perbedaan dengan kebanyakan orang. Paris, Ya, kota sejuta cinta tersebut memang membuat orang berdecak kagum dibuatnya. Keindahannya membuat berjuta orang memimpikan untuk bisa hadir disana. Tentunya bersama mereka yang tercinta.

Dan jika aku diberi kesempatan berjumpa dengan paris, aku hanya ingin kamu mendampingiku. Menikmati indahnya lampion-lampion kota. Menghirup udaranya. Meneguk dinginnya. Walau angkuhnya kota menerkam kehangatan. Dengan tanganmu lah penawar rasa dingin malam itu. Aku akan menghabiskan sepanjang malam denganmu. Kerlap-kerlipnya memberikan sensasi haru diraut wajahmu. Disitu aku melihat kebahagiaan terbesar. Karena kamu berada dimimpiku.

Ketika itu aku hanya ingin menara tecantik didunia itu menjadi saksi cinta kita. Aku hanya ingin memandangnya dalam-dalam bersamamu. Aku juga akan memasang gembok dipagar love lock. Dan membuang kuncinya kedalam sungai seine. Konon katanya, pagar tersebut  menandakan kisah cinta yang abadi bagi dua orang yang menjalin asmara. Seperti gembok tersebut yang telah terkunci rapat. Aku tak paham dengan mitos konyol itu. Yang jelas aku hanya ingin berpartisipasi dengan budaya yang cukup menarik itu. Walau doa tersebut masih tetap sama. Semoga aku bisa abadi bersama kamu.

Aku tau ini hanya impian yang sulit dimengerti. Karena peradaban kampung halamanku dengan paris sungguh amatlah berbeda. Tak mengapa untukku jika bermimpi amatlah tinggi. Walau impian terbesarku hanya cukup kamu berada dikehidupanku kini dan nanti. Tak ada embel-embel tentang paris. Namun, jika memang aku diberi kesempatan bisa berada diparis bersamamu. Aku akan melakukan sesuatu untukmu. Aku hanya ingin berada dititik tertinggi menara eiffel bersamamu. Meneriakan ungkapan yang sederhana sekeras mungkin. Bahwa aku sungguh sangat mencintaimu. Agar seluruh eropa tau, bahwa sesungguhnya aku hanya ingin bersamamu seumur hidupku.


Notes : sedang bersenang-senang dengan @kopilovie dan @miss_zp di #tantangan menulis No.9

 

Minggu, 08 Maret 2015

Hari Pengharapanku

Sisa kehidupanku kini berkurang kembali. Tubuhku semakin menua. Ragaku kini tak semenarik kemarin. Aku yang sekarang memang sudah harus menunjukkan kedewasaanku. Masa mudaku kini telah beralih. Setengah abad lebih aku mengarungi kehidupan ini dengan lika-liku cerita. Walau masih belum banyak yang bisa aku petik untuk menjadi pelajaran berharga dan menjadi bekalku disisa perjalanan hidupku kedepan. Namun asam manis kehidupanku sebelumnya akan terus selalu aku jaga diingatan. Itu caraku menghargai waktu. Kini memang usiaku telah berkurang. Namun aku punya pengharapan besar disisa perjalananku kedepan.

Diusiaku yang bertambah ini, aku punya satu pengharapan besar dari banyak harapan yang aku susun rapi. Menikah. Ya, karena salah satu impianku kini hanyalah itu. Pengharapan disisa kehidupanku adalah menghendaki kehidupan baru. Menikah adalah caraku membuktikan cinta. Dengan menikah, aku menghalalkan seseorang. Mengarungi kehidupan kita bersama. Saling menjaga, saling setia, saling mengerti satu sama lain. Aku memilih menikah dalam pengharapan ulang tahunku kali ini karena aku tak ingin lagi membanding-bandingkan seseorang yang aku cinta dengan yang lain. Memilah-milah dengan pemikiran dangkalku. Aku hanya ingin menikahinya dengan sudut pandangku kini. Agar fokusku padanya hanya untuk satu tujuan. Bisa menjaganya dan mencintainya sepanjang hidup. Hingga waktu senja kami tiba.

Jelas sudah alasanku menikah yang aku jadikan make-wish pertambahan usiaku tahun ini. Mengingat ini adalah usiaku yang beranjak ke 27th. Usia yang seharusnya sudah dimantapkan dengan hubungan pernikahan. Semoga Allah mengabulkan segala pengharapanku secepatnya. Dan untuk hari ulang tahunku kini, aku harus lebih bisa menghargai waktu, membagi kasih sayang dan memahami cinta yang mengalir dari mereka-mereka yang tulus.

Happy birthday untuk aku yang ke 27th. Semoga selalu dalam keberkahan dan kelimpahan kasih sayang dariNya.

Barakallahu fii umrih,,,,
Hope, Allah bless me,,,

Merdiansyah setiadi
8 march 1988