Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2016

Rindu Pada Gadis Kecil Penyejuk Malam

Gadis kecil sedang berkembang
Menuai hasil rindu yang belum juga padam
Kini kau menukaskan senyum dengan lepas
Karena lelaki yang berada tepat disampingmu kini telah berhasil membuatku patah hati kembali

Kesalahan masalalu itu memang masih menyisakan pelik
Meski masih saja ingin aku buka kembali lembar-lembar kusamnya

Tak mungkin
Aku menolak
Hatiku terus berteriak

Aku hanya mengulas kisah itu
Bukan bermaksud merebut lagi

Meski ingin...
Aku tak pernah tega untuk melukaimu kembali

Maafkan semua khilafku

Wahai penyejuk malamku...

Selasa, 30 Juni 2015

Kagumku Tanpa Fikir



Sulitnya mengikuti semua ungkapanmu yang anggun.
Membuatku tak pernah nalar.
Semakin indah goresan penamu, semakin aku lupa akan cara berfikir.

Semua menatap sempurna dirimu.
Hatimu,
Ayumu,
dan cara berfikirmu.

Aku tak pernah memungkiri tentang innerbeauty yang kau pancarkan.
Kadang aku merasa cemburu saat orang lain menganggapmu sama seperti diriku memandangmu.

Sungguh, aku tak akan bisa berfikir lagi bila kau masih dihadapku. 

Bukan karena lelahnya otakku untuk menampung keluh. 
Namun karena aku telah asik menikmatimu dari persembunyianku.

Maaf, aku telah mengagumimu... 

Sabtu, 16 Mei 2015

Bersabarlah Cantik


Kamu terlihat sayu.
Melemas. Mematung.
Seperti mengasingkan diri dari para merpati yang sempat jadi primadona yang kau mainkan.

Wajahmu kusam.
Dibawah matamu melebam
Seperti kelelahan mencuat digaris cantikmu.

Aku mengawasimu bak malaikat penyelamat
Aku tak mengharapkanmu melintaskan aku di nadimu
Walau kini detak jantungmu berdegup kencang
Dzikir yang terlafadz belum cukup menenangkan kamu

Kopi yang ku teguk dirasa cukup untuk menemaniku mengawasimu
menemanimu mengais doa dari Tuhan penenang kegundahan
Bersabarlah Cantik...

Selasa, 17 Maret 2015

Notes Buat Pengganggu Hidupku

Hey, aku ingin tidur !!!!

Kamu datang tanpa diundang menunda kantukku. Ini sudah larut malam, kenapa kamu masih saja menjadi bayang-bayang ? Kenapa dirimu kini menjelma menjadi angin malam yang memaksaku untuk meneguk dinginmu ? Dingin...!! aku tidak haus akan dingin, dan kenapa kamu memaksa aku untuk meneguk dinginmu itu ? Biarkan aku tidur dengan nyenyak malam ini.


Hey, biarkan aku beristirahat !!!

Kenapa otak ini terus bekerja keras. Dan anehnya semua yang dikerjakan hanya untuk memikirkan kamu. Kamu yang menari-nari. Kamu yang mengalunkan melodi mesra. Kamu juga yang mengajak aku untuk selalu terus mengingat kamu. Ini tidak adil. Disaat aku ingin sejenak membaringkan tubuhku dari kepenatan. Kamu malah hadir menyeka jam kosongku.


Hey, aku perlu merebahkan rasa lelah !!

Tubuhku menggelinjang. Seperti berontak. Padahal aku sudah lelah. Namun, kamu seperti mengalir diperedaran darahku. Menelusup hingga ke sendi-sendi. Mungkin, diujung nadiku sudah terpahat kamu. Hingga aku tak boleh lagi berbagi dengan istirahatku barang sebentar saja. Aku memang sudah sangat muak. Namun, aku seperti membiarkan kamu mengalir mengitari seluruh penjuru tubuhku. Melebur menjadi satu.


Ok fine, aku menyerah !!!

Aku akan meneguk dinginmu. Walau aku tak merasakan dahaganya. Aku biarkan kamu berlari-lari dikepalaku. Mengutak-atik semua ide-ide gilaku, dan merubahnya menjadi sesuatu yang unik. Menempatkan kamu menjadi prioritasku berfikir. Dan aku biarkan kamu mengalir dinadiku. Kamu hanya menginginkan aku memahami tentang aliran darah yang berada diseluruh penjuru tubuh ini. Mungkin adanya kamu hanya sebagai pengganti metabolisme tubuhku agar diriku tetap terjaga dengan baik.


Kau menang !!!

Kau sudah menang. Dan aku, hanya bisa berkutat tentang kamu saja. Hanya kamu. Tak ada yang lain....

Notes buat pengganggu hidupku : Aku hanya menunggu jawaban yang entah sampai kapan kau akan menjawab peluhku ini....

Selasa, 30 Desember 2014

Bidadari Tomboy

Semalam kumbang bercerita,
Tentang dingin yang kau minum,
Aku meneguknya setengah,
Sisanya ku jadikan embun pagi

Lalu,
dari setiap pagi,
embun ku menggumpal menjadi kabut kencana,
yang setiap titiknya dirajut dan dijadikan pakaian oleh bidadari tomboy

Lucu
"bidadari tomboy" dahi ku mengernyit tak paham
Yang aku tau,
Aku hanya ingin menjaganya
dari hipotermia yang siap menghunusnya kapan saja




 

Minggu, 21 Desember 2014

Ungkapan sampah

Lekang ini berteman malam sepi
Tanpa ilalang
Tanpa lampion penyamun mengisak deru-deru trotoar jalan
Di kemudian jingga, tak ku dapati kamu di senjaku

Kucari kamu
singgah dari ufuk, hingga ke lanscape biografi malam
Tetap tak ku genggam rinduku

Kini
hanya ungkapan sampah
Menghiburku
Sebagai pengganti sementara penikmat kamu...





 

Rabu, 17 Desember 2014

Rindu september itu

Hey kamu
Kenapa berubah
Kenapa di tanganmu terselip sejuta misteri.

Aku yang menanti, tak lelah ku daki perhimpunan kata hanya untuk memastikan kamu. Aku yang berharap dedaun rindang itu mengayun mesrah dikala kita membisu dibawahnya.

Kini kau berubah, kini kau sukses disana. Dengan tergambar seribu cerita. Seribu doa. Dari setiap ayat demi ayat suci yang sering kita lantunkan di majelis.

Aku rindu kamu.
Aku rindu di ketika lirik aku menyentuh sorot matamu. Dan tentang tulisan belajar dewasa. Dan tentang masa depan yang kau lukiskan dengan sistem arsitekmu. Lamunannya ku rindu. Rimba dihati akan tetap menjadi rimba.

Dan kamu, hanya menjadi sepanjang septemberku yang menghalusinasi...





 

Rabu, 06 Februari 2013

Kereta lusuh penuh harap

Masihku berdiri rapuh didepan pintu lusuh.
Memandang langit, mencurahkan tangis duka'y lewat hujan...

Debu debunya lintang pukang, segenap hancur terlindah rintik rintik kelabu.

Aku masih bersandar dalam peluhnya, meski patah, tak ku tahu imajiku sekarang entah,
disaat angin memainkan aroma sedapnya kesepoian...

Dalam dekamNya,
ku alunkan melodi rayu sang hamba,
semoga samarnya membawaku kedalam mimpiku yg terangkai indah, dalam derasnya laju..

 Kereta lusuh penuh harap...