Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2015

Jelajah Kuliner Di Bogor (Soto Kuning Pak Salam)


Gak sengaja berawal dari obrolan kami berempat disebelah stasiun cikini sabtu siang. membuat kami berencana untuk bertandang ke bogor. Pemikiran sepintas hanya karena ingin merasakan nikmatnya soto kuning dari pak salam. Kami putuskan sore itu juga untuk langsung bertandang ke bogor.

Dengan menggunakan KRL Commuter line kami meluncur. Distasiun manggarai yang lumayan ramai dengan lalu lalangnya orang. Stasiun ini memang tak pernah terlihat sepi dikarenakan manggarai memang menjadi salah satu stasiun besar dan tempat transitnya KRL Commuter Line dijakarta. Ditambah dengan adanya perbaikan masa proyek pembuatan trowongan keluar masuknya pejalan dari setiap Line kereta. Seakan membuat stasiun ini semakin semrawut. Kami menaiki KRL Commuter Line yang menuju bogor. Tak terlalu ramai kami masih bisa duduk bersama sambil berbincang.

Bogor memang tepat untuk dijuluki sebagai kota hujan. Suasananya menjadi sejuk ketika KRL mulai memasuki daerah bogor dikarenakan hujan lebat. Padahal ketika masih didepok cuaca masih amat cerah. Cuaca yang kontras memang bisa mengubah semua suasana termasuk kami yang sedikit cemas untuk bertandang ke tempat yang kami tuju.

Sesampainya distasiun bogor kami lanjut pada angkutan umum nomer 3 berwarna hijau yang banyak ngetem didepan stasiun. Untuk mencapai kesana kita memang diharuskan untuk naik satu kali angkot ini. Bilang saja sama supirnya untuk berhenti tepat diwarung Soto kuning pak salam. alamatnya berada di Jl. Siliwangi (setelah perempatan Suryakencana - Gg. Aut) Seberang Bank Mandiri 


Oke ini dia sotonya pastinya terlihat sabii kan. Cita rasa berbeda dan juga lezat yang disajikan hangat. Terlebih lagi dengan suasana yang baru saja hujan. Suasana dingin memang nikmat jika dihadapkan dengan makanan hangat nan lezat seperti ini. Kami tak ingin melewatkan momen yang sudah kami tunggu-tunggu sedari di cikini tadi. Kami kalap dibuatnya. Namun kalian harus lebih banyak bersabar untuk menunggu. Makanan yang disajikan nikmat tak pernah lepas dari banyaknya pengunjung yang hadir untuk menikmatinya juga. Kita mesti sabar menunggu antrian untuk membeli.


Ini dia suasana dimana kami bakal rela harus mengantri berlama-lama hanya untuk menikmati soto ini. Kami memang harus mengantri untuk dibuatkan soto tersebut. Kami juga harus rela mengantri untuk bisa makan ditempat duduk yang telah disediakan. Pak salam memang tidak banyak menyediakan tempat duduk disini. Dan satu lagi, kami harus rela melepaskan tempat duduk kami meski kami baru saja menghabiskan soto tersebut tanpa sedikit jeda hanya untuk bermalas-malasan setelah makan. Maklum, Karena antrian yang mengular membuat kami harus ikhlas melepaskannya.

ini dia penampakan pak salam makanlagilagimakan.wordpress.com

Oh iya untuk harga seporsinya saya tak begitu paham menghitungnya. Biar saya jabarkan, kami mengambil 8 jenis dari isi soto tersebut diantaranya 2 babat, 1 jeroan, 2 daging, 2 kikil, dan 1 paru dipotong dan dibagi menjadi 4 mangkok + nasi putih 4 porsi semua seharga 92 ribu saja. Kalau dihitung-hitung per porsi seharga 23 ribu. Cukup murah bukan. Namun ada yang unik ketika kami akan membayar. Kami diberikan ucapan " selamat ya " dan sedikit doa dari pak salam. Mungkin karena arti nama salam itu sendiri adalah selamat jadi setiap yang membeli langsung diucapkan kata-kata tersebut. Sungguh unik bagi saya pribadi.

Oh iya sebelum pulang kami sempet keliling-keliling di jl. Siliwangi dan kami menemukan makanan-makanan yang layak juga untuk dicoba.


Lumpia Bassah

Yang pertama adalah Lumpia basah. Ini terasa nikmat dengan harga yang lumayan wah juga. satu pcs lumpia basah ini dibandrol dengan harga 12 ribu rupiah untuk 2 pcs telur. Namun buat aku tak akan rugi karena rasanya enak. Paduan tauge, telur dan sayur-mayur yang dibalut lumpia membuat anda dimabuk kepayang dan ingin nambah. 

Sate Kikil

Nah yang satu ini jarang sekali saya mendengar, apalagi melihatnya (buat saya pribadi). Dikarenakan cukup unik kami mampir untuk sekedar mencicipi sambil ngopi diwaktu senja. Tak salah dengan lezatnya sate kikil dengan kopi hangat diwaktu senja yang dingin membuat susana menjadi haru. Gelak tawa pun tak luput dari perbincangan kami. Sambil menunggu malam di tempat kuliner bogor ini tak salah buat kami menghabiskan waktu berakhir pekan.

Sebenarnya masih ada satu makanan lagi yang kami cari disini yaitu talas kukus. Dikarenakan tak bisa kami dapatkan kami memutuskan untuk pulang. Meski terasa kurang namun tak mengurangi rasa puas kami kala itu. Untuk kalian yang ingin berakhir pekan dengan kuliner yang nikmat coba lah untuk datang kesini. Menikmati sore hari kota bogor dengan makanan yang super wah dengan harga yang cukup terjangkau bagi kantong.

Biasa aja mukanya bos


Selamat mencoba ^_^

Minggu, 04 Januari 2015

Berlabuh di tebing keraton bandung

Selamat malam cuy. Pastinya selamat tahun baru juga, mumpung belum basi buat di ucap. Oh iya ngomong ngomong soal tahun baru, sudah pada liburan kemana nih. Pastinya seru abis tuh liburannya. Untuk yang belum liburan tenang aja cuy masih banyak hari hari lain buat dipakai untuk liburan kalian.


Ngomongin soal liburan, gue juga pengen cerita tentang liburan gue kemaren. Berhubung malam tahun baru gue masuk gawe. Jadi gue berangkat untuk liburannya tanggal 1 sore. Kali ini gak jauh jauh kok. Gue menikmati liburan tahun baru ke bandung. Tepatnya ke tebing keraton. Yaps ini tempat yang gue kunjungi beserta temen temen gue kemaren.

Tebing keraton, terletak di dataran tinggi bandung selatan mempunyai pemandangan indah nan rupawan. Sebuah tebing yang curam, yang dibawahnya adalah sebuah taman hutan raya cagar alam milik asli kota bandung yang disebut tahura. Serta maribaya yang masih asri didataran tinggi ini. Jadi buat loe cuy yang udah pernah pergi ke tahura atau maribaya bandung, nah tempatnya dekat daerah itu. Jadi suatu saat ingin bertamasya, sempatkanlah untuk mampir ketebing ini untuk sekedar menikmati keindahan alam dan kota bandung dari ketinggian yang cukup curam. Waw..

Oh iya, menurut pendapat dari seseorang asli dari penduduk setempat. Tebing keraton ini baru dibuka sekitar 2-3 bulan yang lalu loh. Masih asri, sejuk dan bersih. Maka nya tebing ini menjadi salah satu wisata baru yang sering di perbincangkan dibandung. Pinggirannya pun belum banyak pengaman yang memadai. Hanya sebuah kayu yang melintas panjang di setiap ujung tebing. Di tebing utama ada seuntas tali yang malang melintang seperti untuk aktifitas clambing bagi para pecinta alam. Pokoknya waw dah cuy dan loe mesti nyoba. ^_^

Untuk tarif gue jamin cuy gak mahal untuk rekreasi sekedar merefreshingkan diri ala kadarnya. Bahkan buat gue ini udah mewah untuk harga yang lumayan terjangkau. Berhubung kemaren gue naek motor, jadi gue harus bayar parkir motor 5000 rupiah per motor. Dan tiket masuk seharga 11000 rupiah dengan rincian 10 ribu buat tiket dan seribu buat asuransi. Murah bukan cuy ? Oh iya gak cuma itu loh, tiket yang kita beli itu juga gratis buat masuk maribaya loh, wow. Jadi setelah loe bisa menikmati tebing keraton nan indah pulangnya loe bisa mampir ke maribaya gratis tis tis. Murah bukan cuy. Mantap lah pokoknya.

Nah itu liburan kemaren gue cuy. Dan gue tunggu foto foto loe semua berada di tebing keraton ini. Hemm, gini deh, sebelum loe pada pamer foto di tebing keraton. Mending gue duluan yang pamer fotonya ya cuy. Ga apa apa kan cuy. Maklum dikit narsis lah. Hehe. Nah ini dia foto foto gue. Checkitdot.

Senin, 29 Desember 2014

Hiking fun di Mt.Papandayan

Hai cuy. Numpang ngeposting lagi. Kali ini pengalaman gue mengisi liburan kemaren dengan hal yang lebih ekstrim. Mencoba untuk mendaki di gunung papandayan garut. Berbekas pengalaman gue pernah mendaki pertama di gunung gede bogor. Kali ini banyak orang bilang kalau track papandayan lebih mudah dari gede. Yo wes aku sih sing penting liburan. Hehe


Berangkat rabu malam tepat jam 10 dari kampung rambutan dengan bus primajasa jurusan garut. Tarif ketika itu 52 ribu. Perjalanan sekitar 7 jam saking macetnya wajarlah karena waktu itu tepat dengan libur panjang. Jam 5 kami semua sampai di terminal guntur garut. Kami langsung istirahat, sholat subuh dan sarapan terlebih dahulu. Tepat jam 6 pagi kami berangkat dengan angkot menuju cisurupan sekitar 12rb/ orang. Kemudian dilanjut naik mobil carteran menuju basecamp seharga 220rb/mobil. 


Sampailah kami di bascamp sekitar jam 8 pagi. Tapi harus masih menunggu satu teman lagi yang langsung dari bandung. Sambil menunggu kami beraksi, berusaha eksis, ketika itu ada pemandangan indah di belakang basecamp. Asri banget langsung saja gue jepret cuy.



Setelah 3 jam menunggu, akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Dia membawa istri dan anaknya. Nah ini nih yang buat gue enviee, suatu saat nanti gue bakal naik bareng sama anak dan bini gue, itu harus. Hehe.

  Setelah sepuluh menit mendaki, kami dihadapkan dengan tumpukan batu kapur menjadikan tingkatan-tingkatan tangga dengan tak jarang pasir yang siap menggelincirkan seseorang jika salah dalam mengambil posisi menanjak. Namun dibalik semua itu, keindahan sudah nampak hadir di sekitar kami. View foto pun sudah amat terasa bagus disini. Buat narsis, hehe. Tak lama kami melewati kawah papandayan yang indah. Foto foto lagi sejenak. Beuh narsis dah. Hehe

 Setelah 4 jam berjalan mendaki. Sampailah kami di tempat camp. Langsung mendirikan tenda dan menyiapkan makan siang. Setelah itu kami berlkeliling mengitari pondok salada tempat dimana kami bisa camp. Kami dirikan 4 tenda.

 
Malam harinya, cuaca kurang bersahabat. Hujan turun membasahi pondok selada. Namun tak beberapa lama. Hanya sekitaran 15 sampai setengah jam saja. Namun hampir membuat pusing kami, dikarenakan dua dari empat tenda sedikit agak rembes hingga masuk kedalam. Untungnya semua bisa ditangani. Menjelang tengah malam, para wanita tengah tertidur pulas. Sedangkan sebagian pria melakukan aktifitas ronda nya. Sambil ditemani kopi hitam dengan udara yang super duper dingin. Tak lama berselang tetangga tenda sebelah berteriak histeris.

"Tolong, ada yang hipo " teriaknya lantang di malam yang sunyi. Kami bergegas menghampiri. Seorang wanita yang lemah terkulai lemas karena dingin yang dilanda. Dia terkena hipotermia, kedinginan yang amat sangat hingga tak sadarkan diri. Seketika kami semua mengelilingi membuat hangat. Membuat api unggun mengusap minyak angin yang panas ke tubuhnya. Berharap wanita tersebut sadar. Karena hal yang paling ditakuti dalam keadaan dingin hanya hipotermia yang tak sadarkan diri hingga bisa menyebabkan kematian. Dan Alhamdulillah wanita itu tersadar, teman laki-lakinya tersenyum senang. Karena mereka hanya berdua hiking. Hingga akhirnya kami memintanya untuk gabung. Supaya ada yang menjaganya seandainya hal ini terjadi lagi. Serem -_-

Pagi harinya. Sebenernya kami ingin naik ke hutan mati. Namun hampir semua merasakan kantuk. Ya sudah deh gue berdua doank. Sampai di hutan mati gue narsis lagi deh haha.  Selesai dari hutan mati pengennya balik ke camp terus cau untuk pulang. Namun, gue sama temen gue penasaran ke tegal alun. Tanpa pikir panjang cabutlah kita ke atas. 2 jam perjalanan setelah melewati puncak bayangan sampailah di padang edelweiss tegal alun. Tempatnya indah, ada dana kecil yang dinamakan danau cinta. Dan selesainya balik ke camp dan packing pulang. 


Nah disini heboh. Ketika gue balik dari hutan mati dan tegal alun, ceritanya para cewek cewek lihat lihat foto gue cuy. Dan mereka iri plus kepengen berat. Jadi, yang niatnya pengen pulang kita jadi melipir dulu ke hutan mati lagi. Ya sudahlah kalau gue sih oke oke aja. Akhirnya kita turun, berhenti di pos dua dan menitipkan tas sementara lalu naik ke hutan mati. Naas, sampai sana hujan deras sekali. Konsekwensinya kami semua harus basah kuyup deh. Hehe


Itu pengalaman gue cuy ke mt.papandayan. sampai next trip berikutnya cuy.

Kamis, 18 Desember 2014

Menikmati Pantai Indrayanti Jogjakarta

Cuy, gue mau share nih tentang dolan dolanan gue ke kota jogja kemaren. Sebenernya sih gue mau cerita banyak, tapi dikarenakan keadaan kantuk sudah menyengat jadi gue ambil khususnya aja. 
Hehe

Ya betul, dari judulnya gue mau cerita tentang pantai nan super indah itu terletak di selatan jogja, tepatnya masih di kecamatan gunung kidul wonosari. Pantai yang bernama Indrayanti itu menguak fenomenal keindahannya. Sampe wah banget gue melihatnya ketika baru sampai.

Rasanya dari selama gue hidup sampai saat ini cuy. Pantai yang pernah gue kunjungi yang paling terindah ya pantai indrayanti ini. Sungguh takjub gue dengan pesona nya. Dicampur dengan ombak yang lumayan besar. Rasa rasanya, cape yang gue rasakan ketika perjalanan dari kota jogja untuk sampai ke pantai ini yang memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Dan juga jarak yang berlika liku terbayar sudah dengan keindahannya.

Pantai indrayanti terletak di ujung jogja dengan berbagai pantai-pantai yang tentu tak kalah indahnya dengan pantai indrayanti ini. Dengan biaya masuk hanya 10rb/orang. Murah bukan! Makanya, jika nanti lo semua pergi ke jogja. Itu belum lengkap rasanya kalau elu elu swmua cuy kagak datengin nih tempat. 

Nih gue kasih foto nya.

Senin, 13 Oktober 2014

Minum kopi sejenak di puncak

Gue mau cerita lagi ni cuy tentang malem minggu kemaren. Super duper lelah tapi menyenangkan. Perjalanan sangat singkat hanya untuk refreshing sesaat.

Awalnya, jum'at malem sabtu lepas kerja gue kongkow kongkow bareng 5 sobat gue. Oh iya, sebelum gue kongkow gue sempet update status di path begini " lagi pengen kepuncak tengah malem minum kopi diparalayang trus pulang -_- " nah ketika kongkow langsung dibahas 5 sobat gue. Mereka ibee, bi, indah sma kecil. Terutama si kecil, dia yang paling antusias pengen kepuncak malem minggu ini. Sayang sepatu turingnya ga pernah dipake ungkapnya. Ibee sih oke aja hanya lagi ga megang duit, itu tak jadi persoalan. Bi sendiri liat kondisi badan, karena yang gue tau ketika kongkow posisi bi lagi kerja, pulang jam 11 malem dan mesti jumping masuk sabtu pagi dilanjut kuliah jam 5 sore. Jadi kepastian bi ikut atau tidak tergantung kondisi badannya. Sedangkan si indah tak bisa berpartisipasi dikarenakan andre sang pacar harus wisuda hari sabtu.


Sabtu pagi. Gue masih kerja, sama seperti bi, gue sempet makan siang bareng dan menanyakan rencana yang udah di buat. Seperti kemaren pula bi menjawab lihat kondisi badan dulu. Sedangkan si ibee, kecil, dan indah libur dengan aktifitasnya masing masing. Ibee dirumah molor kali haha, kecil kuliah, dan indah menemani sang pacar wisuda ^_^.

Sorenya ada kabar yang kurang menyenangkan ketika bi ga bisa ikut karena kondisi badan yang kurang fit. Dan benarlah siapa yang paling sangat kecewa dalam hal ini. Dia adalah si kecil. Prinsip yang gue bilang teramat jelek itu ketika dijanjikan sesuatu maka harus di tepatin. Bagus sih kalau janji itu harus ditepati, namun ketika kondisi badan kurang meyakinkan bagi seseorang apa harus dipaksakan. Emang dasar si bontot.

Lepas maghrib gue kondangan dulu cuy. Maklum lagi musim kawin, lah gue kapan yak. Haha. Dan ternyata jamnya molor. Harusnya jam 8 malam gue harus udah kerumah ibee. Tapi kondangan baru kelar jam 8 malem. Jam 9.30 baru singgah dirumah ibee. Si kecil masih kecewa, mengharap aku dan ibee tetep berangkat walau bertiga. Tapi aku tak mengiyakannya karena apa kata orang jika si kecil wanita sendiri. Kecewanya makin jadi. Marahnya bukan main. Akhirnya ibee mengiyakannya dengan syarat untuk kali ini aja. Selebihnya gak akan seperti ini lagi. Dan bergegaslah kami berdua kerumah si kecil.

Ternyata benar, apa yang sudah diprediksikan terbukti. Mamanya si kecil gak memberikan izin padanya jika si kecil berangkat hanya wanita sendiri. Kami berkali kali menghubungi bi. Namun tetap tak bisa, terakhir bi bilang takut izin dengan kakaknya. Bi tinggal bersama abah dan kakaknya. Abahnya sendiri sedang pulang kampung. Mama si kecil menyarankan kami untuk kerumah bi. Akhirnya kami bergegas ke muara angke rumah bi.

Jam 12 kurang 15 menit kami berada di muara angke. Gue ibee sama si kecil ragu bin ngeri bro untuk minta izin ngajak bi pergi. Namun akhirnya kakaknya bi mengizinkannya. Syukurlah, dan jam 12 malem kita baru start dari muara angke. Kebayang tuh dari laut ujung jakarta menuju puncak bogor. Behh hehe :D

Di tengah jalan tepatnya daerah cibinong. Ada razia besar. Gue kena tilang cuy :( . Apes bener ya, emang salah gue sih cuy ketika ada razia gue berhenti sejenak sehingga membuat polisi curiga. Dan kena lah gue. Akhirnya sidang dah di cibunong tanggal 24 nanti. Huft, its oke lah, perjalanan ini tetap dilanjutkan demi kesenangan si kecil. 

Sampai di puncak jam 3 pagi. Dinginnya langsung menelusup tulang, bbrrrr. Kami langsung stay di sate kiloan PSK. Kita makan untuk menghangatkan badan. Kami pesan tongseng kambing sama tentunya sate, jangan lupa status awal yaitu kopi. Hehe.

Jam 4.30 pagi. Kelar makan kami bergegas lagi untuk pulang. Sambil terkantuk kantuk, kabut yang sedang turun dengan derasnya. Membuat suasana makin semriwing. Keinginan untuk tarik selimut dan tidur kami urungkan supaya bisa cepat sampai jakarta kembali. Dengan kecepatan yang tak begitu kencang kami jalan perlahan hingga sampai kembali muara angke tempat kediaman bi jam 7.30 pagi. Setelah itu mengantar si kecil dan bablas pulang kebekasi. Baru dah gue bisa tarik selimut dan molor cuy. Hehe. Itu cerita pendek gue yang gak banget buat dibaca hehe. 



Peri kecil sedawai mimpi 

Minggu, 05 Oktober 2014

Travelling Cirebon (Flashback januari 2014)

Selamat malam cuy. Selamat istirahat semua, ayo yang belum tidur tolong sekarang dipejamkan matanya. Biar besok bisa sholat ied ya. Biar postingan gue gak dibaca sama loe cuy, haha. Rasanya pesimis terus ya. Ya maklum postingan gue cuma berisi curhatan curhatan gak jelas. Yang pastinya pada bete untuk dibacanya. Hemm, udah udah jadi OOT gini. Ya sudah sekarang gue lagi pengen flash back dulu cuy. Cerita gue waktu travelling cirebon januari kemaren.

Awalnya sih gue gak ikut berpartisipasi ke cirebon waktu itu 4 temen gue pengen travelling kesana. Pas dicari cari ternyata ada kereta yang masih tersedia dan ikutlah gue. Padahal cuma kereta berangkat aja loh pulangnya gue belom dapet. Tapi gue gak ambil pusing cuma bilang pulangnya mah gampang lihat nanti aja.

Hari H berangkatlah gue pagi pagi buta udah stay di stasiun senen. Oh iya malemnya gue nginep dirumah temen gue fio. Kebetulan dia rumahnya deket senen. Jadi berangkat ke stasiun gak jauh-jauh secara rumah gue di bekasi. Jadi 4 temen gue berangkat naik kereta yang awal gue lupa namanya apa. Beda 45menit dari jadwal kereta yang bakal gue tumpangin. Terpaksa dah sendiri. Empat temen gue itu fio, henry, adit, dan ripay.

Jam 10 tepat mereka udah sampe stasiun cirebon prujakan. 45menit kemudian gue sampe juga. Mereka menunggu lumayan lama. Kita langsung ke tempat penginapan aurora hotel per kamar 180rb. Kita ambil 2 kamar utk 2 hari. Lepas itu kita cari makan. Tujuan pertama ya nasi jamblang mang dul yang terkenal dicirebon tempatnya di gerage. Harganya gue berlima abis 100rb padahal makan banyak semua. Haha ya jadi patungan deh 20rb per orang. Setelah itu kita berlima berniat nyari rental ps yang bisa dibawa biar ga bete di hotel. Setelah keliling-keliling gak dapet. Berhenti dah di tukang tahu gejrot pinggir jalan. Harganya cuma 5rb pedesnya wow. Sadap dahh...

Karena gak dapet rentalan ps kami beranjak ke keraton kasepuhan cirebon. Tapi gak naek angkot melainkan becak yang sebagian besar menjadi alat transportasi terpopuler di cirebon. Di keraton kami disuguhi oleh peninggalan peninggalan kuno kerajaan islam di cirebon. Ada hubungannya juga dengan prabu suliwangi. Yah, seperti itulah kisahnya hehe.

Cirebon itu emang kaya dengan kulinernya, hampir semua orang yang berkunjung ke cirebon hanya ingin menikmati wisata kulinernya. Gue juga gak mau kalah cuy. Malem harinya gue menjajal mie ayam khas cirebon. Mie ayam jenis yamin dengan 2 mangkok. Satu mangkok berisi mie ayam, satu mangkok lagi berisi kuah dengan dua bakso dua ceker dan dua pangsit. Temen gue bilang ini mie ayam tersabi yang pernah dia coba. Sabi itu bahasa sunda yang artinya wuenakk. Sampe sampe mereka nambah. Hohoho. Oh iya untuk satu porsinya 20rb dua mangkok mie ayam sma kuahannya. Mantap ^_^

Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan ke kuningan. Sebelumnya kami sarapan khas cirebon lagi. Empal gentong, soto betawinya cirebon hehe. Kita nyari empal gentongnya di daerah pasar tradisionalnya cirebon aja. Supaya lebih ajib dan lebih tradisional rasanya. Dan bener cuy sabi bener utuk harga 8rb permangkoknya. Sabii sabii ^_^

Perjalanan cirebon kuningan sekitar 1-2 jam lah. Tujuan kita adalah taman wisata gunung cermai. Suasananya sejuk redam. Masih alami dan gak banyak polusi. Kita ke curug atau air terjun yang bagus banget. Tak berlama lama gue ambil kamera buat ngabadiin nih tempat. Jeprat jepret. Disini ada hal unik cuy. Biasa hasrat naluri lelaki. Ceritanya begini. Ada rombongan yang dateng dan 3 orang diantaranya itu wanita berbaju minim. Waktu itu kami berlima emang berada di posisi yang gak jauh dari mereka. Jadi pas mereka sedikit merundukkan badan nah tuh ada yang kelihatan. Seketika kami beralih pandang. Celetukan ripay seperti ini "wah pak orange pak, the jack " mentang mentang ripay anak the jak wkwkwkwk.

Ok waktunya pulang, sampai hotel. Malamnya kami stay di alun alun cirebon. Kita makan khasnya kota ini kembali. Yapz ketoprak citebon, sambil memandangi lalu lalang kota yang tidak terlalu ramai seperti sesaknya jakarta. Indahnya :D sampai menunggu larut dan kami balik ke hotel dan beristirahat untuk memulihkan tenaga pulang besok.

Pagi, kami check out dari hotel. Sebelum pulang kami sarapan dulu di warung lengko barno. Makanan khas cirebon ini juga gak kalah enak. Nasi lengko, yang di suguhkan dengan sate kambing. Hemm, bikin panas cuy. Setelah kenyang kami beralih untuk pulang menuju stasiun cirebon prujakan. Oh iya, gue lupa beli tiket pulang. Walhasil gue harus berpisah dengan 4 temen gue. Gue harus melakukan perjalanan naek bis luragung. Dan loe tau cuy bis luragung. Bis tergila yang pernah gue naekin.

Itu pengalaman travelling gue ke kota cirebon. Dan seru cuy. Pengen rasanya balik lagi kesana. Mudah mudahan hehehe.

Nih pict nya cuy.


Peri Kecil Sedawai Mimpi 

Rabu, 01 Oktober 2014

Touring ciwidey accounting dept "Flashback setahun lalu"

Wah, setelah sekian lama gue fakum dari dunia blog, akhirnya gue bisa bersua lagi. Sudah terlalu lama ya. Hemm... ya lumayan. Hehe... kadang gue mesem mesem sendiri liat tulisan tulisan jadul gue yang super duper alay. Hehe.. wajarlah namanya juga masa muda. Dan mungkin gue bakal ngelanjutin masa alay gw di blog ini. Karena cuma dengan ngeblog tulisan gue ga di baca orang orang. Horeee... -_- hem.

Kali ini gue cuma mau cerita flashback satu tahun silam tentang perjalanan turing gue ke ciwidey bandung. Sebelumnya gue pernah posting tentang bandung. Ketika itu gue bercerita tentang terlalu bersemangatnya kami untuk turing. Dan untuk tulisan gue kali ini adalah bisa dikatakan hasil lah dari tulisan gue yang kemaren. Hehe...
Ketika itu start awal gue berangkat tepatnya jumat jam 6 sore sesudah sholat maghrib. Kami start dari kantor di hayam wuruk. Ada 6 orang yang ikut. Gue, berry, usman, cing amir, mas tyo, dan engkong dan 1 orang lagi dion nyusul dari bandung. Dilihat dari namanya turing, gue salut sma engkong. Umurnya udah 53th tapi semangatnya anak muda cuy. Salutooo... ^_^

Saat berangkat, kami bingung nyari jalan. Akhirnya duputusin lewat puncak melalui cilengsi bogor. Ga kebayang tuh dari kota tua jakarta menuju cilengsi - sentul - puncak baru kebandung. Pasti makan waktu panjang. Padahal kalau saja lewat jonggol pastinya bisa save waktu lebih banyak. Dan walhasil hal yang sudah di prediksikan terjadi. Kami sampai puncak jam 12 malam dan baru sampai padalarang bandung j 4 subuh. Kebayang lamanya. Maklum semua newbie turing mohon dimaafkan cuy. Hehe..

Sampai dipadalarang kami istirahat di tempat saudara si ncing amir. Tidur sebentar. Sabtu jam 8 pagi kami langsung meluncur ke ciwidey. Ditengah jalan kami lewati stadion nan megah khas kebanggaan kaum sunda yang bernama "sijalak harupat" niat hati pengen turun, tapi :( ah sudahlah kami tetap meluncur. Sebelum sampai ciwidey kami bertemu dengan dion yang memang sudah janjian sebelumnya. Pria si perut buntel itu menunggu dengan motor honda cs1 nya seperti sang mojang bandung. Huahuahua :D

Sebelum sampai ciwidey ada trouble sedikit dari motor athlete yang di kendarai oleh usman. Stepnya ilang. Dan lucunya si usman kagak sadar. Ngakak guling-guling hehe. Piss man, itu jadi maskot kelucuan turing ini. Hehe..

Dan sampailah kita di ciwidey bandung. Ternyata motor tidak diperkenankan naik ke atas. Ada kendaraan khusus seperti model angkot yang di kelola langsung di tiket masuk. Walhasil mahal euy -_- yah namanya juga liburan ya sudahlah. Sebelum naik beli masker dulu. Serebu rupiah satunya. Kata abang-abangnya klo diatas mahal, gue sih kagak percaya awalnya, jadinya gue kagak beli. Pas jalan sampai ke atas gue baru dah nelen ludah ketika apa yang abang masker katakan benar. Satuannya goceng broo.. mahal bingittz. Akhirnya gue beli dengan terpaksa -_-

Ciwidey, danau belerang berwarna biru berasap dan bau. Namun keindahannya sungguh eksotis. Sungguh memukau. Indah, walau bau belerangnya sungguh sangat menyengat. Namun tak mematahkan semangat kami untuk terus menerus ber pose dalam jepretan jepretan kamera kami. Haha... sampai setelah puas kami kembali ketempat saudara ncing untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan pulang pagi pagi buta. Sebelum pulang kami mampir ke paralayang puncak. Disini ada sedikit lucu. Ternyata si engkong takut ketinggian, hihihi :D kami menikmati sedangkan engkong duduk aja dipojok sesekali gue ajak foto namun kepalanya tetap bergeleng geleng hihi ya sudahlah.

Itulah pengalaman gue turing dadakan ke bandung. Dan menghibur hati gue yang galau kala itu. Hehehe...

Nih pict nya cuy...

Hatur nuhun.
Peri kecil sedawai mimpi.