Senin, 31 Oktober 2016
Jika Aku Seorang Pendaki Gunung
Selasa, 18 Oktober 2016
Kamulah Praduga Yang Selalu Aku Harapkan
Mungkin saja ini hanya perasaan sesaat. Perasaan yang acap kali hadir. Tentang sebuah praduga yang belum pasti kebenarannya. Ya, kali ini aku hanya sedang menerka-nerka saja. Jangan kau anggap ini serius. Karena mungkin tebakanku kali ini meleset jauh dari apa yang aku perkirakan.
Aku hanyalah seorang pengira-ngira. Aku hanya terlalu percaya diri. Aku fikir kau mencintaiku. Aku memang terlalu berharap jauh di lubuk hatimu itu. Yang bisa saja kau mainkan berjuta-juta perasaan didalamnya. Tahukah kamu apa harapan terbesarku pada hatimu itu? Aku hanya berharap namaku ada dan melekat erat didalamnya. Tak banyak yang aku harap namun teramat sulit aku raih.
Ah sudahlah, jangan kau pikirkan tentang semua pradugaku terhadapmu. Siapapun yang ada di hatimu kini, pertahankanlah. Kejarlah selagi kau mampu. Setidaknya kau pernah berusaha untuk menaklukannya. Karena akupun sedang melakukan hal yang sama sepertimu. Mencoba menaklukan kamu. Karena sedikit banyak aku hanya ingin kau mengetahui semua usahaku. Semua hal yang ingin aku perbuat terhadapmu.
Jika aku sudah terlalu lancang mengatakan bahwa kau mencintaiku maka maafkanlah. Aku hanya ingin kau melupakan semua perkara ini dan kembali kepada aktifitasmu seperti biasa lagi. Anggap saja aku tak pernah membicarakan hal ini terhadapmu. Dan biarkan aku kembali menemanimu sebagai seorang teman layaknya seperti kemarin.
Namun jika ternyata dugaanku benar. Tolong jangan pernah kau bohongi hatimu. Biarkan hati kita berdamai dari praduga. Biarkan aku mengetahui semua perasaanmu itu. Agar kita sama-sama tau. Agar kita sama-sama paham bahwa kita telah saling mencinta. Karena menurutku, terasa amat begitu sakit jika saat sedang mencintai sendiri. Tanpa kamu yang sesungguhnya telah mencintaiku namun berdiam diri. Lalu pergi bersama luka kecil yang masih tersimpan di dalam hatimu.
Senin, 19 September 2016
Terima Kasih Untuk Waktumu Kemarin, Misroku.
Aku merasa senang telah mendengarmu lebih berbahagia sekarang. Wajahmu tak lagi berpanut pada lengan. Terpagu karena pahitnya patah hati. Aku senang karena kau telah menemukan seseorang yang tepat dengan mu. Seseorang yang akan selalu mengutamakan kamu sebagai prioritasnya.
Dulu aku pikir kita berjodoh. Karena kita pernah berada dalam satu doa yang sama. Dalam satu harapan yang sama. Bahkan temanku pernah berkomentar tentang wajah kita yang mirip. Karena sebagian orang bilang jika wajah mereka mirip bisa jadi berjodoh. Aku hanya bisa mejawabnya dengan senyum. Karena kini faktanya kau telah lebih dulu merasakan kebahagiaan itu tanpa aku.
Tak mengapakah jika aku mengungkit masa lalu kita. Karena bagiku cerita kita tak pernah bisa aku lupakan. Meski kita kini telah berada di jalan yang berbeda. Karena bagiku mengenang masalalu kita adalah sebuah proses pendewasaan untuk kita berdua. Sebagai pembelajaran untuk hubungan kita masing-masing. Karena dahulu kau spesial, dan masih menjadi seseorang yang spesial dalam cerita masalalu aku.
Aku mohon jangan pernah ceritakan tentang kita pada seseorang yang kini berada disampingmu. Biarkan ia menikmati masanya kini padamu. Dan aku harap kamupun harus melakukan hal yang sama padanya. Aku yakin bahagia akan selalu menyelimutimu. Bersama doa-doa kecil yang selalu menemani perjalanan kalian. Dan aku, hanya bisa berdoa untuk kebahagian kalian. Jangan hiraukan aku. Biar bagaimanapun aku akan melanjutkan perjalanan hidup ini dengan baik. Meski kali ini tanpamu.
Oh iya, aku ucapkan selamat ya atas pernikahan kalian. Atas janji suci sehidup semati. Seperti yang aku bilang tadi, sekarang nikmati kehidupanmu yang baru. Semoga kau menempuhnya dengan jutaan kebahagiaan yang selalu mengiringi. Aku hanya bisa menulis ini. Sebagai satu doa pengiring langkah baru yang akan kau hadapi. Meski aku tak pernah yakin kau ingin membacanya. Cukuplah kebahagiaanmu kini menjadi rasa syukurku pada Tuhan. Karena aku telah tenang melepasmu dan menyerahkan sepenuhnya kebahagiaanmu pada ia yang kau pilih. Sebab itu berjanjilah padaku untuk kembali tersenyum.
Terima kasih untuk waktumu kemarin. Untuk kisah lama yang masih saja aku kenang. untuk sebuah perjalanan yang tak terlupakan. Wanita yang paling tangguh. Terima kasih untuk semuanya. Misroku.
dari aku, Combro.