Jumat, 22 Juli 2016

Aku Tak Seindah Itu

gg
http://hdqwalls.com/download/2048x1152/alone-man-with-umbrella

Jangan pernah melihat aku hanya dari sisi baik. Jangan kau berfikir tak pernah ada cacat pada hidupku. Ini hanya topeng yang aku buat. Hanya pencitraanku saja. Semua kebaikan yang aku buat hanya ingin membuat orang tersenyum dan takjub. Begitu pula denganmu. Aku hanya ingin berpura-pura sebaik mungkin. Hanya untuk memastikan kau tertarik.

Aku tak pernah seindah yang kau harap. Aku tak seperti yang terbayang dalam benakmu. Sekali lagi aku katakan, aku bukanlah lelaki baik. Karena cintaku tak semurni yang kau banggakan. Karena hatiku mungkin telah bercabang. Sesekali aku ingat dirimu. Sesekali aku lupa diri.

Meski kadang aku menginginkan kamu. Terkadang aku juga ingin melepasmu. Aku yang terlalu naif dalam ego yang selalu aku buat. Dan kau yang masih saja percaya. Yang masih terus kau berikan hatimu seutuhnya. Karena mungkin lebih baik kau tinggalkan aku. Dan mulai berfikir ulang tentang masa depanmu yang lebih baik dibanding aku.

Jika nanti kau telah benar-benar menggantikan aku dengan seseorang yang lain. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu. Meski aku tak sebaik dia. Meski aku sering melukai perasaanmu. Tinggalkan aku sekarang. Bebaskan hatimu dari belenggu. Tapi aku mohon maafkan aku bidadariku. Maafkan aku yang telah memainkan perasaanmu selama ini. Karena, aku tak pernah seindah itu.


Terinspirasi dari lagu :
Aku Tak Seindah Itu By The Rain

Senin, 27 Juni 2016

Tentang Keraguan

Aku memang bukan seseorang yang pantas untukmu. Aku juga bukan orang yang selalu bisa kau percayai. Jujur aku akui meengerti dirimu memang begitu teramat sulit. Sesulit mempercayai mentari yang bakal hadir dimalam hari. Namun jika seandainya kau masih saja ingin denganku, aku tak akan pernah  menolak itu. Hanya saja aku terlalu takut tak bisa membahagiakan kamu. Aku hanya takut tak bisa memberikan kamu kehidupan yang baik. Karena sesungguhnya aku bukanlah seseorang yang sulit kamu harapkan.

Mungkin kekuranganku ini yang membuatmu selalu merasa ragu. Membuatmu tak pernah yakin tentang masa depanmu bersamaku. Aku tak bisa menyalahkan tentang apa yang telah kau pikirkan. Bahkan aku wajib memahaminya. Sesekali aku merasa tak pernah begitu pantas berada disampingmu. Menjadikan kamu  sebagai something special dalam hidupku. Namun keyakinanku masih menyisakan pelik. Memberikan sejumlah tanya yang tak pernah bisa aku menjawabnya.

Aku sungguh bingung, sebingung aku ingin menuliskan apa tentangmu kini. Aku tak pernah ragu namun aku tak pernah merasa pantas bersamamu. Aku selalu ingin denganmu namun aku tak pernah siap jika nanti kau mengetahui semua keburukanku yang tak pernah kau ketahui. aku hanya takut kamu tak bisa memafkannya. Meski aku telah merasa nyaman denganmu. Meski aku telah begitu ingin memilihmu. Sejauh itu pula aku yakin dengan apa yang selalu kau pikirkan padaku. Tentang keraguan.

Tak mengapa bagiku. Tak mengapa jika itu menjadi keputusanmu yang terbaik. Karena ini adalah hidupmu. Pilihkan dirimu sesuai dengan yang kau impikan. Kamu wanita baik, yang tak mungkin disandingkan dengan pria seburuk aku. Raih impianmu setinggi-tingginya. Aku hanya ingin melihatmu dari kejauhan. Melihatmu berhasil dan bangga dengan semua prestasi yang kau raih. Karena saat itu aku sedang melihat senyum kamu yang telah mengembang pesat. Seperti melihat bidadari cantik yang sedang mengepakkan sayapnya. Yang sedikitpun tak ada lagi rasa sedih karena ragu untuk dicintai. Dan pada saat itu pula, doaku menyertaimu dibalik pandanganku yang tersembunyi dari kejauhan yang tak pernah kau ketahui keberadaannya.

Senin, 13 Juni 2016

Hanya Penyeka Luka Sementara

Aku ingin selalu ada didekatmu. Ingin terus menerus memandangmu. Ketentraman pasti selalu menyelimutiku. Entah kenapa. Kamu layaknya penyejuk dari kemarahanku. Kamu juga seperti obat dari setiap luka. Dan Kamu pula sebagai penawar gundah dari rasa lelah yang aku derita. 

Ada hal lucu yang ingin selalu aku lontarkan padamu. Pasti kau ingin mendengarnya meski tak ada keyakinan dari raut wajahmu itu. Tapi tenang saja, aku mahir membuat orang tertawa. Bahkan hingga sampai terpingkal-pingkal. Kau hanya perlu duduk yang manis dan menawarkan senyum khas dari wajah ayu mu itu. Harapanku sih semoga kamu bisa merasa lebih bahagia dari kemarin. Lebih bisa melepaskan semua beban yang kau simpan rapat-rapat dari siapapun termasuk aku. Tapi jangan salah. Aku melakukannya bukan tanpa pamrih. Karena apa yang aku inginkan ada bayaran yang setimpal darimu. Bukannya aku terlalu egois. Aku hanya ingin kita sama-sama tak dirugikan. Aku juga tak ingin bayaran yang terlalu tinggi darimu. Hanya cukup dengan senyum kamu yang ingin selalu aku lihat saat aku melontarkan hal lucu padamu. Kita impas bukan.

Rasanya aku ingin berlama-lama berada didekatmu. Senyummu itu yang membuatku tak bisa melupakan kamu. Seperti selalu berada dipikiran. Aku memang tak pernah tahu tentang keikhlasan dari arti senyum yang kau berikan. Namun ketika kau mulai tersenyum, saat itulah aku memiliki arti hidup. Karena bagiku pemberian darimu itu sudah lebih dari cukup. Semoga sang waktu lupa akan tugasnya. Hingga membiarkanku berlama-lama denganmu.

Biar bagaimanapun juga aku tak bisa merantaimu. Membiarkanmu bermain dengan leluconku yang semakin dangkal itu. Pastinya kamu akan merasa semakin bosan. Dan pergi begitu saja tanpa pamit hanya untuk mencari lelucon yang lain. Seseorang yang jauh lebih asik dariku. Mungkin aku hanya persinggahan sementara bagimu. Penyeka lukamu yang telah hilang dan terus berlalu. Biar bagaimanapun, Aku akan terus menunggumu disini. Dengan lelucon yang sama. Hingga kamu sadar. Bahwa akulah seseorang yang kamu cari. Seseorang yang akan selalu menghargai senyum dalam lukamu.