Kamis, 07 Februari 2019

Tugasku

Menjagamu adalah tugasku. Kamu tak perlu meragukan hal itu. Karena selama ini dan sampai saat ini aku masih dengan tekat yang bersungguh-sungguh untuk melakukan hal itu. Untuk terus membuat mu merasa aman. Merasa tentram dari segala macam ancaman bahaya apapun itu. Kamu harus tahu satu hal, Tubuhku adalah satu jaminan keamanan kamu. Biar aku yang sakit, jangan kamu.

Tugas keduaku adalah membahagiakan kamu. Membuatmu selalu tertawa. Membuatmu merasa nyaman bersamaku. Aku hanya ingin kamu selalu memberikan senyum manis itu untuk dunia. Biar mereka semua paham kenapa aku jatuh cinta kepadamu. Aku tak pernah takut jika mereka semua menginginkan kamu. Karena aku tahu betul kemana hatimu akan kau berikan. Itu jadi kado termanis yang pernah aku dapatkan. Yaitu memiliki kamu.

Tugas ketigaku adalah menemanimu meraih impian. Biarkan aku selalu berada disisimu. Percayalah diasaat kau terjatuh aku akan memapahmu bangkit. Dan terus menemani perjuangan-perjuangan yang telah kamu jalani sampai akhir. Sampai saat itu tiba. Sampai semua mimpi bisa kau genggam. Sampai kau merasakan lelahnya sebuah perjuangan. Disaat itu aku berada persis dibelakangmu dan tersenyum senang. Jangan tanyakan perihal tentang mimpi yang aku punya. Persetan dengan itu. Karena dengan melihatmu tertawa lepas adalah sebuah anugerah paling terindah melebihi mimpi besar yang aku punya.

Dan yang terakhir. Sebagai penutup, aku hanya ingin satu hal darimu. Tetaplah denganku. Jadikan aku tempat untukmu pulang dikala hujan. Biarkan bahuku berlama-lama menjadi sandaran saat kau butuh kehangatan. Saat kau merasa kecewa biarkan aku terus menceritakan hal-hal lucu yang membuatmu tertawa lepas. Sampai tua nanti. Selamanya.

Senin, 10 Desember 2018

Jika Itu Terjadi, Pasti Manis 😊

Bicara soal cinta itu memang tak kan pernah ada habisnya. Meski seratus kali di abaikan namun perasaan masih tetap sama. Masih berharap pada satu hati disana. Aku paham, memilikimu itu hal yang mustahil sekarang. Karena bukan prinsipku untuk merebut kamu dari orang yang berada di sampingmu sekarang.

Tapi kamu perlu tahu. Merubah perasaan yang sudah terlanjur sayang itu sulit. Bahkan aku masih berharap padamu. Masih terus terselip namamu di nadiku. Aku juga pernah membayangkan kita akan bersanding disebuah pelaminan. Menjalani hidup bersama. Hingga membesarkan peri kecil yang dianugerahkan Tuhan untuk kita. Sungguh, jika itu terjadi rasanya pasti manis.

Bukan cuma itu. Aku juga punya mimpi untuk membawamu ketempat yang paling kamu sukai. Aku punya mimpi untuk membawamu ke kota yang paling romantis sedunia. Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya. Paris kota sejuta cinta. Aku membayangkan akan menggandeng tangan kamu erat sebagai penawar dinginnya kota. Aku akan tunjukan pada dunia bahwa ada kamu yang selalu ada disamping aku. Sungguh, jika itu terjadi rasanya pasti manis.

Atau jika kamu menyukai alam, aku mungkin akan mengajak kamu untuk mendaki gunung. Ya aku tak pernah tahu apa kamu suka atau tidak mendaki gunung. Seperti yang aku tuliskan sebelumnya juga di jika aku seorang pendaki gunung. Tenang, aku tak akan memaksamu jika kamu tak suka mendaki. Ketempat yang lain asal itu bersama kamu aku pastikan aku akan tetap merasa bahagia.

Itu caraku menawarkan diri untuk mendampingi kamu. Aku tak akan memaksa karena aku tahu kamu masih punya komitmen dengan seseorang Disana. Tapi, jika kamu merasa lelah dengan semuanya. Datanglah padaku, pintu hati ini masih sangat terbuka lebar. Selebar mimpi-mimpi yang telah aku bangun hanya untuk kamu.

Jumat, 09 November 2018

Antara Jakarta, Macet, dan Kamu

Macet. Namanya juga jakarta. Kota dengan sejuta kendaraan yang melintas berlalu lalang tiada henti ini menimbulkan sekelumit kisah dari para pengendara. Hingar bingar klakson, Pengendara yang tak mau mengalah, Hingga sampai melanggar semua peraturan lalu-lintas yang telah dibuat. Membuat semuanya kacau balau, juga emosi yang terkadang meluap-luap. Terlebih sore tadi, hujan telah mengguyur deras kota ini. Membuat jalanan semakin macet tak karuan. Tak terkecuali dengan aku. Berkendara ditengah kemacetan seperti ini terkadang membuat darah naik. Namun tidak untuk kali ini.

Adalah kamu, penawar emosi yang paling mujarab. Penurun tensi yang paling manjur. Ya cuma kamu yang membuat perasaanku tenang ditengah macetnya kota. Berdua denganmu, menyusuri jalan menggunakan sepeda motor sambil bercengkrama adalah hal yang paling menggemaskan. Kenapa menggemaskan, akan aku beri tahu padamu. Pertama, Ada kehangatan yang tepancar dari tubuhmu. Membuat udara dingin di malam hari yang teramat jahat kala itu tak berdaya sedikitpun. Kedua, Perasaan senang, karena aku tahu, aku jarang sekali bisa dapat moment terbaik untuk bisa jalan bersamamu. Dan yang terakhir, Biarkan aku merasakan kebahagian ini ketika aku tahu arti senyummu itu yang sedikit banyak mendesirkan perasaan aneh dihati. Perasaan ingin  terus menerus bersamamu seutuhnya.

Aku memang terlalu berharap lebih. Padahal aku belum tahu siapa kamu. Dan, apa hak aku untuk bisa memasuki kehidupanmu. Sementara kamu masih dimiliki seseorang yang begitu teramat sayang kepadamu. Dia yang setiap saat menanti kabar darimu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu jika memang kedekatanku padamu menimbulkan rasa risih. Aku juga minta maaf jika dengan kehadiranku sekarang membuat hubunganmu dengannya sedikit terganggu. Tapi aku janji kok, Selama dia masih berada dipelukanmu, aku tak akan pernah sedikitpun memintamu untuk berpaling. Percayalah.

Tapi, aku masih boleh kan berteman denganmu. Hanya untuk sekedar melihat senyum kamu. Melihat tawamu. Karena senyum itu pernah menjadi sumber inspirasiku. Sumber kekuatan dari rasa lelahku. Dan membuatku selalu tenang meski aku berada dalam kemacetan yang menyesakkan. Juga rasa nyaman saat aku menunggu dari lelahnya pengharapan.